Arga berjalan di sebuah koridor rumah sakit. Ia mendongak kanan dan kiri. Lalu melangkahkan kakinya lagi. Tidak lama setelah itu, Pria itu melirik jam tangan di pergelangannya. Pukul 7 pagi. Satu jam lagi, ia harus mengajar. Arga juga menenteng sebuah plastik berwarna putih. Ia membelikan bubur ayam kesukaan Mamanya. Sampai di sebuah ruang VVIP Arga mengetuk pintu, lalu masuk kedalam ruangan. Dianna sedang tertidur dengan wajah yang begitu pulas. Membuat Arga tidak tega untuk membangunkan Mamanya. Pria itu hanya duduk di sebuah kursi yang telah di sediakan. Tidak lupa menaruh bubur ayam yang sudah ia bawakan untuk Mamanya. Arga mengecup kening Mamanya. Wanita ini adalah orang tua satu-satunya yang masih hidup. Papanya sendiri Adi Wijaya telah meninggal kan mereka sejak Arga berusia 2

