Airin merebahkan tubuhnya. Rasanya hari ini adalah hari keberuntungannya. Gadis itu tersenyum, mengingat peristiwa hari ini. Airin butuh waktu 6 tahun, untuk mendapatkan hati Bima. Itu bukanlah waktu yang singkat. Banyak sekali luka di dalam perjuangannya. Hingga akhirnya Airin berada ada di titik ini. Tiba-tiba ponsel Airin berbunyi. Ia mendesah kesal. Namun tetap mengambil ponselnya. Rahma wek-wek is calling..... "Ganggu ke estetikan gue nih bocah!" ujar Airin kesal. Ia pun segera mengangkat telpon Rahma. Belum sempat mengeluarkan sumpah serepahnya. Rahma sudah berteriak. "Airin! Lo kenapa lama angkat telpon gue!" Bahkan Airin harus menjauhkan ponselnya dari telinganya. Karena suara Rahma yang begitu keras. "Njir! Gue denger! Gak usah teriak-teriak gitu kali!" ujar Airin kesa

