Chapter 3

673 Words
Helena menggeram. Oke, pria tampan ini pasti sudah gila. Padahal Helena hampir menargetkan pria di depannya menjadi salah satu mesin uangnya. “Apa kau keberatan melepas tanganmu karena aku tidak punya waktu lagi,” Helena menatap tepat di manik mata Adam, datar. “Baby?” lanjut Helena mengejek mengikuti nada Adam mengatakan ‘baby’. Adam mengangkat sebelah alisnya, merasa suka dengan permainan balas-membalas panggilan ‘baby’. Adam semakin merapatkan tubuh mereka hingga tidak ada jarak diantara mereka. “Kau tahu, berjabat denganku saja kau harus bayar, Baby,” ujar Adam sama seperti Helena, berbisik. Tiba-tiba Helena terkekeh. Memangnya dia seorang aktor? Bukan, Helena tidak pernah melihat wajah pria di depannya di televisi. Helena menilai pria itu dari atas hingga bawah. Wangi mahal, memakai coat dari salah satu desainer ternama yang diperagakan di New York Fashion Week minggu lalu. Tuksedo, dasi, kemeja, dan jas buatan italia. Belum lagi sepatu kulit yang dijahit dengan rapi. Dan hanya satu pekerjaan menurut Helena yang bisa membeli barang mahal dengan usaha yang tidak terkenal. Helena membesarkan kedua mata dengan mulut membulat penuh dengan berlebihan dan mendramatisir, seperti Candy. “Are you a porn star?” Bibir Adam berkedut melihat ekpresi Helena yang terlihat sekali dibuat-buat. “Kau berpikir seperti itu?” Helena mengedikkan bahunya acuh dan kembali mencoba melepaskan pelukan Adam yang semakin merambat ke bawah. “Lupakan. Dan lepaskan, bung. Aku bisa menuntutmu atas tindakan pelecehan terhadap wanita.” Bukannya takut dengan gertakkan Helena, Adam malah mendekatkan bibirnya di telinga Helena. Memberikan nafas panas di sana sebelum berbisik, “Maka dari itu katakan berapa yang kau minta dan jangan menyebarkan berita palsu yang bisa merusak pamorku.” Helena merasa tersinggung. ia tidak serendah itu dengan mengandalkan skandal dan menguras harta mereka hingga tidak ada yang tersisa. Dan siapa yang tidak mengenal seorang Ariadne Helena Alexandras? Wanita yang mempunyai sisi menggoda yang mampu membuat para pria bertekuk lutut di kakinya. “Listen. Berpelukan saja kau harus membayarku, Baby,” bisik Helena menggoda sambil menggigit bibir penuhnya.  Adam terpana, ia mematung tanpa menyadari jika Helena sudah melepaskan pelukannya. Helena berjalan santai ke arah yang ia tuju masih tertawa kecil lalu berhenti, berbalik menghadap Adam yang masih mematung. “Oh, sekali lagi maaf atas kakimu… Baby boy.” Helena menunjuk ujung sepatu Adam dan terus berjalan dengan senyum. Ia melirik jam tangannya langsung memaki karena keterlambatannya. Helena berlari kecil menuju tempat tujuannya meninggalkan Adam dengan segala pemikirannya tentang wanita seksi itu. 'Yeah, Sexy.' Hanya itu yang bisa Adam gambarkan sekarang tentang wanita misterius itu. “Sir, Mr. Wrington sudah ada di ruangan Anda,” kata Lucas Brooks tiba-tiba.  Adam hanya menganggukan kepala tanda ia mendengar lalu berjalan menuju kantor. “Good morning, Mr. Pallas.” “Have a good day, Sir.” Begitulah sapaan ramah para pekerja untuknya saat ia memasuki lobi Pallas Corporation dan Adam hanya membalasnya dengan mengangguk dingin. *** “Saya sangat berharap untuk kerja sama ini.” Seorang pria gempal dengan setelan jas mahal mengulurkan tangan kanannya.Adam membalas jabatan itu, tersenyum tapi tidak sampai ke mata. Setelah itu pria gempal tersebut pergi meninggalkan Adam sendiri di dalam ruangannya.  Adam duduk di kursi kekuasaannya, menekan tombol di telepon kabel. “Setelah ini apa jadwalku?” “Jadwal Anda kosong hingga pukul 12:45, Sir,” jawab sekretarisnya berasal dari pengeras suara berbentuk bulat kecil di dua sudut atas ruangan, di belakang.  Adam melirik jam tangan, masih ada waktu luang 30 menit. Dia menyandarkan tubuhnya di kursi. Memutar kursi tersebut ke belakang menghadap dinding kaca. Ia menatap bangunan-bangunan yang lumayan tinggi hampir setinggi perusahaannya lalu melihat ke bawah, jalan raya yang dilalui banyak kendaraan. Dan ia sangat suka saat-saat seperti ini.Bersandar di kursinya dan menatap ke bawah... Bukankah ini namanya hidup? Selalu ada yang di atas dan di bawah. Dan Adam termasuk orang yang berada di atas. Perlu di garis bawahi, di atas dari segala yang berada di atas. Adam termasuk pebisnis paling kaya di usia muda, 28 tahun. Dengan asset yang ia miliki hingga detik ini memudahkannya untuk mendapatkan apapun yang ia mau. Mulai dari barang langka hingga wanita. Hanya perlu memakai pakaian buatan ternama mampu membuat semua wanita suka rela mengangkang di bawah Adam.Bukan hanya uang saja, wajah tampan seperti Dewa Yunani, badan kekar tanpa lemak berlebihan, dan kemampuannya dalam hal membuat wanita o*****e berkali-kali sangat melengkapi dirinya. Menurutnya, apapun bisa dibeli dengan uang. Siapapun, dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun pasti tidak pernah lepas dengan kata uang. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD