Hamil Lagi

659 Words
Akhirnya kamipun sampai di sebuah tempat kost yang jarak nya lumayan jauh dari kost lama kami. Sama seperi kost lama, ini juga kost kost an campur. Kost disini terdiri dari dua puluh kamar, sepuluh dibawah sisanya di lantai dua. Kamarku di sini lebih baik dari yang kemaren, sudah ada kamar mandi dalam dan televisi nya. Suamiku masih ngambek sepertinya, dia tak bicara sepatah katapun sampai tidur malam. Hape ku pun, masih disita nya, kebayang bakal kesepian tanpa handphone ku. Aku tak bisa memejamkan mata, saat kulihat Ardi sudah lelap, ku coba diam diam mencari handphoneku, tapi tak ku temukan juga, ah s**l. Aku pun kembali berbaring. Sejujurnya, aku sangat bahagia Ardi masih mau memaafkanku, yang sudah keterlaluan sekali, satu kesempatan lagi katanya. Tadi dia juga sempat bertanya sejauh mana hubunganku dengan Gunawan. Ku jawab saja kami tak pernah melakukan hubungan suami istri, padahal hampir setiap hari kami melakukan itu ketika Ardi bekerja, dan bodohnya lagi suamiku itu pun percaya saja padaku. ***** ***** Kali ini aku mencoba jadi istri yang lebih baik, setiap hari aku juga memasak sendiri dan juga mencuci baju, tak ada lagi laundry di luar, kata Ardi kemaren. Ardi sekarang jarang pulang ketika jam istirahat, karena memang jaraknya yang lumayan jauh. Selama satu bulan ini, handphone ku pun masih disita oleh Ardi. Setiap aku memintanya dia akan mulai marah, jadi aku pun mengalah saja. Hiburanku ya hanya lihat televisi dan kadang ngrumpi dengan tetangga sebelah kamar. Sungguh aku sebenarnya sangat kesepian, dan masih merindukan Gunawan. Tapi tak pernah sekalipun aku mendengar kabar darinya. ***** ***** Pagi ini aku mual sekali dan terasa ingin muntah, kepala juga pusing. Makan pun jadi sangat tak berselera. Apa mungkin aku hamil lagi,karena memang aku setelah melahirkan tak pernah mengikuti program KB, hanya suamiku selalu menggunakan pengaman setiap kali kami melakukan hubungan suami istri. Aku pun meminta Ardi untuk membelikan alat tespack kehamilan sepulang kerja nanti.  Saat sore hari, ketika Ardi pulang, aku langsung mencoba testpack tersebut, dan benar saja ternyata aku hamil lagi. Aku benar benar kaget, kenapa bisa hamil, padahal kami selalu memakai pengaman, begitu pun dulu saat aku beberapa kali melakukannya dengan Gunawan. Aku takut juga Ardi akan marah. Dilluar dugaanku, ternyata Ardi tak marah dan malah terlihat sangat bahagia Alhamdulillah pikirku. Sampai dia pun mengembalikan handphone ku, untuk hiburan katanya, asal aku janji tak macam macam lagi.Tapi tetap aku kembali bimbang lagi, anak siapa kah ini, Ardi atau Gunawan. Kadang aku merasa kasihan pada Kasih, baru berumur satu tahun aku sudah hamil lagi. Dan juga merasa sedikit malu, di usia ku yang baru dua puluh satu tahun ini, aku sudah akan punya anak tiga. Di kehamilan kali ini, Ardi memintaku lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta, karena memang selama ini aku sangat jauh dari Allah. Shalat pun aku tak hafal bacaanya. Dari kecil orang tua ku tak pernah menanamkan ilmu agama pada kami, aku pun tak pernah melihat mereka melaksakan shalat. Ardi pun dengan telaten mengajariku bacaan shalat dan alquran, Alhamduliah sedikit banyak aku mulai bisa. Kehamilan ketiga ini, aku selalu lemas dan tak bisa mengerjakan pekerjaan apapun. Jadi kembali pakaian pun di laundry. Karena merasa kasihan melihatku, apa lagi pas ditinggal kerja, Ardi pun memulangkanku ke kampung. Alasannya agar aku ada yang menjaga dan menemani. Akhirnya akupun tinggal di runah orang tuaku. Ardi sangat memanjakanku apapun yang ku minta diberikannya. Uang belanjapun ku dapat dobel dari Suami dan mertuaku.  Aku sangat kesal karena wajahku terlihat sangat kusam dan banyak jerawat di kehamilan ini, apa mungkin karena aku hamil anak laki laki ya. Aku pun membeli satu set skincare yang dari testinya sih cepat memutihkan dengan harga yang murah. Sebenarnya ingin sekali aku membeli merk skincare seperti yang dulu aku gunakan, saat masih bekerja di spa, tapi nggak kuat dengan harganya yang senilai uang belanja dari Ardi satu bulan. Seminggi setelah memakai produk itu, langsung terlihat hasilnya, wajahku kinclong.  Aku pun selalu setia menggunakan krim ini. Meskipun aku tau ini mengandung bahan merkuri yang katanya berbahaya itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD