Aku Ketahuan Selingkuh

731 Words
Amelia Kasih Cahyani, adalah nama yang kuberikan pada putri cantikku ini. Matanya yang bulat dan hidung mancung persis sepertiku. Kulit sawo matang, serta bentuk bibir nya mengingatkan ku pada seorang, tapi dia bukan suamiku. Sebenarnya ada sakit di ulu hati, ketika Ardi tak mau mengadzani anak ini, tapi ini memang sidah konsekueensinya. Hingga satu bulan kelahiran Kasih, suamiku belum pernah menyambanginya. Sampai waktu syukuran satu bulan kelahiran Kasih, dia datang kerumah. Meminta maaf padaku, dan mengatakan ingin membuka lembaran baru dan melupakan semua yang terjadi di hari kemarin. Aku pun merasa sangat bahagia, aku akan menjadi istri yang baik seutuhnya untuk Ardi. Mulai saat itu, dua minggu sekali Ardi selalu pulang kerumah. Tiap hari dia selalu telepon dan menanyakan kabar kasih, dia sangat menyayangi kasih. Sampai saat usia kasih enam bulan, aku mengayakan keinginan ku kepada Ardi untul bekerja di sebuah rumah makan yang ada di tak jauh dari rumahku. Alasanku adalah untuk membantu keuangan keluarga dan jenuh kalau dirumah terus. Awalnya Ardi menolak, tapi setelah aku memohon akhirnya diperbolehkan. Akupun berangkat kerja setiap hari, berangkat jam enam pagi, dan jam tujuh malam pulang. Kasih ku titipkan pada Ibu, memang dari awal aku malas memberinya ASI ,jadi dia minum s**u formula dari usia satu bulan. Pekerjaanku berjalan lancar, selama tiga bulan ini, aku selalu mencoba setia pada suamiku, meskipun banyak sekali godaan yang menggoda. Tapi suami lebih sering protes, karena kurang nya waktuku untuknya, saat dia pulang kerumah, aku tak pernah ada, jadwal hari libur kami berbeda. Akhirnya, Ardi memintaku untuk berhenti kerja dan ikut di ke Semarang. Akupun menyetujui permintaan suami. Tapi aku tak mau mengajak Kasih, dan suami pun menyetujuinya, asal aku selalu dekat dengan dia. Sungguh selama delapan bulan ini, suamiku sangat berubah, dia kembali menjadi Ardi ku yang dulu. Yang sangat sayang, pengertian dan menuruti apapun mauku. Di Semarang sini, kami tinggal di sebuah tempat kost, yang campuran, ada pasutri, cowok dan cewek. Kerjaku setiap hari hanya melayani suamiku, masak pun tak pernah. Setiap istirahat siang, suamiku pun selalu pulang ke kost sambil membawa makanan, karena tempat kost berada di mall kerja suamiku. Pukul empat sore, suamiku sudah pulang, dan biasanya kami akan jalan jalan. Selama tiga bulan disini, aku menjadi istri yang baik, saat suami sedang kerja aku hanya main hp dan menonton tv saja di kost. Dua minggu sekali kami pulang menjenguk Kasih. Kemudian, kamar kost di sebelahku yang sudah kosong, dihuni seorang lelaki. Orangnya tinggi besar, dan sangat menawan menurutku. Gunawan namanya, bekerja menjadi seorang satpam di sebuah kantor dekat sini. Kost kami memiliki 4 kamar mandi umum, dengan dua belas kamar kost, dan satu dapur umum yang lebar. Setiap menuju ke kamar mandi aku melewati kamar Gunawan, pintu kamarnya selalu terbuka dan kulihat selalu mencuri pandang ke arahku. Kami sering berbincang di depan kamar saat suamiku sudah berangkat kerja. Memang keadaan kost akan selalu sepi ketika jam jam kerja pagi, karena sebagian adalah single yang bekerrja. Pasutri hanya aku dan satu keluarga lagi yang letak kamarnya di pojok. Lama lama setan merayu kami, dan akhirnya kami pun diam diam sering melakukan perbuatan terlarang itu, bergantian kadang di kamarku, kadang di kamarnya. Satu bulan aku menikmati hubungan terlarang bersama Gunawan, sepertinya Ardi mulai curiga, dan muali mewanti wanti aku agar tidak macam macam. Tapi tak kuhiraukan perkataanya. Suatu hari aku merasa sangat rindu belaian Gunawan, karena selama satu minggu ini dia sift malam, begitupun Gunawan sepertinya. Akhirnya kami pun membuat rencana bertemu nanti malam, agar waktu berduaan kami bisa lama, Gunawan menyuruhku memberikan obat tidur pada Ardi nantinya. Aku pun mengiyakan idenya yang penting bisa melepas rindu dengan Gunawan. Jam dua siang Gunawan aku datang ke tempat kerja Gunawan yang masih satu deret dengan Mall suamiku, untuk mengambil obat tidur dan bergegas pulang. Saat pulang kerja Ardi, memintaku membelikannya rokok di warung depan kost, karena tadi dia lupa membelinya.  Setelah sampai kost kembali aku kaget mengapa dia marah2 sampai piring dan gelas pun di banting. Ternyata dia membaca semua chat ku dengan Gunawan, dan tentunya rencana kami nanti malam. Uhh, bodohnya aku yang lupa membawa hp ku tadi. Ardi berkata akan menceraikanku. Aku hanya bisa menangis dan meminta maaf sampai ku cium kakinya. Setelah lama aki menangis, akhirnya Ardi pun luluh dan memaafkanku, dengan syarat saatbini juga kami pindah kost, dan hp ku disitanya. Akupun menurut saja, yang penting tidak di ceraikan.  Saat itu juga kami berkemas dan pindah ke tempat kost yang baru.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD