bc

JANGAN BAWA ANAK KECIL MENDAKI GUNUNG

book_age4+
3
FOLLOW
1K
READ
spiritual
like
intro-logo
Blurb

Pengalaman waktu itu, bisa dikatakan sebagai pengalaman yang kusesali selama hidupku.

Bagaimana tidak, anakku yang sebelumnya ku kenal sebagai anak yang ceria dan pintar.

Sejak saat kejadian tersebut, kini anakku berubah menjadi anak yang pendiam dengan sesekali bertingkah aneh entah kenapa?

Semua kejadian itu, berawal ketika aku mengajak anak dan istriku untuk pergi mendaki gunung yang ada di kota ini.

Sebenarnya, aku pun tidak terlalu mengkhawatirkan pendakian pada saat itu.

karena selain gunung yang akan kudaki itu adalah gunung yang bisa dibilang sebagai gunung yang tidak terlalu tinggi,di gunung tersebut, sudah sering ku daki berkali kali.

Hal itulah, yang akhirnya membuat aku berencana mengajak anakku untuk ikut mendaki gunung tersebut meskipun aku pun tau, anakku baru berusia 4 tahun.

Awalnya, istriku memang menolak rencanaku dengan dalih tidak mendapat izin dari orang tuaku.

Namun setelah aku menyakinkan jika semuanya akan baik baik saja, akhirnya istriku pun bersedia ikut dan membawa anakku untuk ikut pergi mendaki gunung itu.

Dan singkat cerita, setelah semua persiapanku telah selesai, pagi itu akupun bersama anak dan istriku mulai mendaki gunung yang memang tidak terlalu jauh dari kota ku saat itu.

Diawal pendakian, semuanya nampak biasa biasa saja, bahkan bisa dikatakan diawal pendakianku, semua berjalan dengan sangat lancar dan cepat karena saat itu, aku juga melihat anakku terlalu sangat bersemangat ketika melangkahkan kakinya.

Dan akhirnya, setelah beberapa jam berjalan, akupun sampai di puncak gunung tersebut, dengan tidak ada sedikitpun gangguan yang melanda.

Sesampainya aku di puncak gunung tersebut, tentu saja perasaanku sangatlah bahagia, karna selain bisa menikmati semua keindahan pemandangan gunung, waktu itu perasaan ku juga di lengkapi dengan rasa bangga karena anakku yang masih di usia begitu, sudah mampu menaklukkan gunung tersebut meskipun sepanjang perjalanan tadi, aku sempat menggendongnya berakali kali.

Dan setelah selesai beristirahat sejenak, akhirnya akupun mulai menata tendaku dan istriku yang juga terlihat mulai menata barang bawaannya satu persatu.

Namun anehnya, di tengah tengah tenda yang masih belum berdiri dengan benar, sore itu aku tiba tiba mendengar anakku bertanya kepada istriku dengan pertanyaan yang sedikit mengganggu fikiranku.

"Mama mama,, nanti lisa boleh main dengan kuda itu ya... "ucap anakku yang terlihat berbicara kepada istriku yang saat itu berada tidak jauh dariku,

"Kuda mana, disini tidak ada kuda sayang,,, inikan gunung" jawab istriku yang saat itu terdengar santai dengan terus mengeluarkan bajuku dari tasku.

"La itu kudannya, Banyak" sahut anakku sambil menunjuk kearah salah satu bagian puncak gunung yang ku daki saat itu.

Mendengar hal itu, istriku pun seketika menatapku dengan tatapan yang terlihat kaget dengan apa yang telah dikatakan anakku. karena akupun tau, waktu itu di area puncak gunung tersebut, aku sama sekali tidak melihat apapun selain pepohonan.

Dan karena aku mulai khawatir dengan apa yang telah dilihat oleh anakku, akhirnya aku pun seketika menghampiri anakku dan memperingatkannya agar dia tidak pergi jauh dari tempatku.

"Lisa, nanti tidak boleh main kemana mana ya, disini gak boleh main sendiri dan gak boleh jauh dari tenda ini. Sudah,, Lisa sekarang disini saja bantuin mama beres beres" Ucapku sambil mengelus elus rambut anakku.

Dan setelah nasihat singkatku waktu itu, akhirnya anakku pun terlihat nurut dan seketika membantu istriku yang saat itu masih sibuk menata baju bajuku.

Singkat cerita, setelah tenda berdiri, akhirnya sore itupun aku dan keluarga kecilku segera masuk ke dalam tenda dan mulai bercengkrama sembari tiduran agar rasa lelahku sedikit menghilang.

"Lisa kuat juga ya ma, aku gak nyangka lho" ucapku memulai percakapan.

"Iya, tapi jangan sampai ketahuan ibu ya mas, kemarin sebenarnya aku pura pura nanya ke ibu tentang lisa jika ku ajak naik gunung. Eh ibu malah marah marah, katanya bahaya, belum waktunya, bisa ginilah, gitulah, pokoknya banyak wes alasannya. Terus karena kamu tadi pagi ngotot mau ajak lisa, akhirnya aku gak pamit sama ibu deh" ucap istriku jelas.

"Iya, gak papa, tuh sekarang lihat, kita sekarang sudah di puncak, dan dia juga baik baik saja kan" ucapku sambil menatap ke arah anakku yang saat itu yang saat itu sudah terlihat ketiduran karena sepertinya sudah kelelahan.

Dan singkat cerita, karena yang saat itu waktu masih menujukan pukul 16:00 sore, akhirnya sore itu aku dan istriku pun memutuskan untuk beristirahat sejenak agar stamina kami tetap terjaga.

Namun anehnya, masih beberapa jam aku tertidur lelap, waktu itu aku terbangun karena aku mendengar suara anakku yang terdengar sedang bercakap cakap dengan seseorang.

"Gak mau,, aku gak boleh sama ayah main jauh jauh,,," ucap anakku jelas.

Mendengar hal itu, akupun seketika bangun dari tidurku dan segera melihat ke arah anakku.

Dan seketika aku membuka mataku, waktu itu aku melihat anakku tiba terlihat sudah duduk di pintu

chap-preview
Free preview
JANGAN BAWA ANAK KECIL MENDAKI GUNUNG
part 2 Mengetahui hal itu, aku pun seketika meraih tubuh anakku dan seketika memeluknya dari belakang. "Kamu, ngomong sama siapa "tanyaku. "Sama anak ni yah, "ucap anakku sambil menunjuk tepat ke arah depan tendaku yang saat itu memang tidak ada apa apa selain sepatu dan sendalku. "Anak mana sih, gak ada siapa siapa, ayo masuk tenda saja, ini sudah magrib lho, "ucapku sambil kembali menutup resleting pintu tendaku. Dan anehnya, belum selesai aku berbicara dengan anakku, waktu itu tiba tiba istriku bangun dari tidurnya dengan keadaan yang terlihat sangat terkejut tidak karuan. "Astaghfirullah" teriak istriku sambil bangun dari tidurnya "Kamu kenapa ma" tanyaku "Lisa mana lisa" jawabnya bingung. "La ini lisa, kamu kenapa sih" tanyaku heran. "Aku barusan mimpi aneh mas, didalam mimpiku, aku seperti lihat lisa dibawa wanita tua pergi meninggalkan kita" rintih istriku. "Wanita tua?,,siapa,, kamu kenal? sahut ku. "Enggak kenal sih mas,, pokoknya tua banget, mirip sama mbah ely yang tinggal di sebelah rumah kita" jawab istriku jelas. "Tadi lisa juga main sama nenek nenek jelek disini, waktu ayah sama mama lagi tidur, nenek jelek tadi masuk ke tenda ini,,, mainan sama lisa" imbuh anakku polos. Mendengar hal itu, aku pun seketika terkejut bukan main dengan seketika duduk memegang tangan istriku yang saat itu masih gemetar kebingungan. "Tenang ya ma, malam ini aku gak tidur, aku jagain anak kita," ucapku menenangkan istriku. Dan akhirnya, setelah obrolan malam itu selesai, akupun memutuskan untuk tidak tidur demi memastikan keadaan anak dan istriku tetap baik baik saja. Waktu demi waktu, malam itu kuhabiskan dengan duduk dan berjaga di depan tenda ku sendiri dengan sesekali aku mengintip ke arah dalam tendaku, yang saat itu terlihat anak dan istriku yang sedang tertidur lelap. Dan singkat cerita, akhirnya waktu pun berlalu begitu saja. Malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 23:00 malam. Keadaan puncak yang sebelumnya sepi pun, waktu itu terlihat ramai dengan adanya beberapa tenda pendaki lain yang juga sudah terlihat berdiri saling berjauhan. Dan disela sela aku masih duduk sendirian di depan tendaku, malam itu tiba tiba aku di hampiri oleh pendaki lain yang terlihat sedang membutuhkan bantuan. "Permisi mas, mas boleh pinjam korek apinya? "tanya pendaki lain tersebut. "Oh iya mas.. boleh boleh, saya bawa korek api banyak kok hehehe. sebentar ya, saya ambilkan di dalam tenda "ucapku sambil membuka resleting pintu utama tendaku. Namun anehnya, ketika aku baru saja membuka tendaku separuh, malam itu aku tiba tiba mendengar suara pendaki lain tersebut terlihat terkejut karena sepertinya dia melihat sesuatu yang ada di dalam tendaku. "Astaghfirullah "teriak pendaki tersebut sambil melihat kearah dalam tendaku yang saat itu memang terlihat anakku dan istriku tertidur lelap. Mendengar hal itu, aku pun kembali menoleh ke arah pendaki tersebut dengan tatapan yang sangat keheranan. Bagaimana tidak, malam itu aku melihat expresi pendaki tersebut sangat terkejut dengan expresi matanya yaang terlihat melotot seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat. "Mas,, mas kenapa?"tanyaku heran. Tapi sayangnya, bukannya menjawab pertanyaan ku, malam itu pendaki tersebut tiba tiba berdiri dan pergi meninggalkanku dengan tidak sedikit pun menghiraukan aku yang sedang mengambilkan korek api untuk nya. "Loh kok malah pergi, "fikirku dalam hati sambil melihat pendaki tersebut berjalan pergi dengan langkah yang terlihat terburu buru. Dan karena aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu, akhirnya akupun tidak memperdulikan pendaki tersebut dan kembali duduk di depan tendaku. Dan seiring berjalannya waktu, kini suasana puncak semakin lama semakin sepi. Lampu tenda pendaki lain yang satu persatu mulai mati ditambah dengan suara obrolan pendaki lain yang juga terdengar sudah mulai berhenti, seolah olah sudah menandakan jika waktu di malam itu, sudah semakin larut dan sudah semakin mendekati pagi. Dan disaat itulah, akhirnya semuanya benar benar terjadi. Malam itu, waktu sudah menunjukkan pukul 02:30 pagi, perutku yang sudah mulai keroncongan membuat aku saat itu seketika menyalakan kompor gasku agar aku bisa membuat makanan. Namun sayangnya, ketika aku sedang asyik membuat makan malamku, tiba tiba aku mencium aroma bunga sedap malam yang tercium kuat seperti berasal tidak jauh dari tempat duduk ku malam itu. Dan tidak berhenti di situ saja, disela sela aku yang masih mencium aroma bunga sedap malam tersebut, malam itu aku tiba tiba juga mendengar suara gemerincing lonceng yang terdengar jelas entah dari mana asalnya. suara tersebut terdengar jelas didekatku dan seolah sedang memutar disekitar tempat tendaku berdiri malam itu. Mengetahui hal itu, jantungku pun seketika berdetak kencang dengan diiringi tubuh yang juga tidak bergetar karuan. Rasa lapar yang sebelumnya terasa menyiksapun, malam itu seketika hilang karena rasa takut yang saat itu sudah sangat kurasakan. Dan puncaknya, ditengah tengah aku masih melihat keadaan, tiba tiba pandanganku teralihkan ke salah satu pohon yang tidak jauh dari tempat ku duduk saat itu. Di pohon tersebut, dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat ada sesosok wanita dengan wajah yang terlihat sangatlah menakutkan. Wajahnya keriput dengan rambutnya yang terlihat juga memanjang sudah cukup membuat jantungku malam itu berdetak dengan sangat kencang. "Ya Allah, ya Allah, ya Allah, "ucapku tegang. Dan tidak hanya itu, bersamaan dengan aku melihat sosok wanita tersebut, malam itu aku juga mendengar suara anakku menangis menjerit tidak karuan. "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Mendengar hal itu, aku pun seketika masuk ke dalam tendaku, dan seketika menggendong anakku yang saat itu sudah terlihat menangis tersedu sedu. Istriku yang sebelumnya tertidur lelap pun, malam itu juga seketika bangun sambil terlihat ikut kebingungan melihat anak ku yang tiba tiba menangis tidak karuan. "Bahkan, tubuh anakku malam itu juga tiba tiba panas dengan diiringi keribgat yang tidak henti hentinya keluar bercucuran. Mengetahui hal itu, aku pun terus menangkan anakku sembari mengelus elus rambut nya dengan perasaan yang juga sudah kebingungan. Dan anehnya, ditengah tengah anakku yang masih menangis tersedu sedu, dari dalam tenda, malam itu aku kembali mencium aroma bunga sedap malam yang diiringi dengan suara gemerincing lonceng yang saat itu juga terdengar dengan sangat jelas.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kali kedua

read
220.7K
bc

TERNODA

read
201.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.7K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook