
Pengalaman waktu itu, bisa dikatakan sebagai pengalaman yang kusesali selama hidupku.
Bagaimana tidak, anakku yang sebelumnya ku kenal sebagai anak yang ceria dan pintar.
Sejak saat kejadian tersebut, kini anakku berubah menjadi anak yang pendiam dengan sesekali bertingkah aneh entah kenapa?
Semua kejadian itu, berawal ketika aku mengajak anak dan istriku untuk pergi mendaki gunung yang ada di kota ini.
Sebenarnya, aku pun tidak terlalu mengkhawatirkan pendakian pada saat itu.
karena selain gunung yang akan kudaki itu adalah gunung yang bisa dibilang sebagai gunung yang tidak terlalu tinggi,di gunung tersebut, sudah sering ku daki berkali kali.
Hal itulah, yang akhirnya membuat aku berencana mengajak anakku untuk ikut mendaki gunung tersebut meskipun aku pun tau, anakku baru berusia 4 tahun.
Awalnya, istriku memang menolak rencanaku dengan dalih tidak mendapat izin dari orang tuaku.
Namun setelah aku menyakinkan jika semuanya akan baik baik saja, akhirnya istriku pun bersedia ikut dan membawa anakku untuk ikut pergi mendaki gunung itu.
Dan singkat cerita, setelah semua persiapanku telah selesai, pagi itu akupun bersama anak dan istriku mulai mendaki gunung yang memang tidak terlalu jauh dari kota ku saat itu.
Diawal pendakian, semuanya nampak biasa biasa saja, bahkan bisa dikatakan diawal pendakianku, semua berjalan dengan sangat lancar dan cepat karena saat itu, aku juga melihat anakku terlalu sangat bersemangat ketika melangkahkan kakinya.
Dan akhirnya, setelah beberapa jam berjalan, akupun sampai di puncak gunung tersebut, dengan tidak ada sedikitpun gangguan yang melanda.
Sesampainya aku di puncak gunung tersebut, tentu saja perasaanku sangatlah bahagia, karna selain bisa menikmati semua keindahan pemandangan gunung, waktu itu perasaan ku juga di lengkapi dengan rasa bangga karena anakku yang masih di usia begitu, sudah mampu menaklukkan gunung tersebut meskipun sepanjang perjalanan tadi, aku sempat menggendongnya berakali kali.
Dan setelah selesai beristirahat sejenak, akhirnya akupun mulai menata tendaku dan istriku yang juga terlihat mulai menata barang bawaannya satu persatu.
Namun anehnya, di tengah tengah tenda yang masih belum berdiri dengan benar, sore itu aku tiba tiba mendengar anakku bertanya kepada istriku dengan pertanyaan yang sedikit mengganggu fikiranku.
"Mama mama,, nanti lisa boleh main dengan kuda itu ya... "ucap anakku yang terlihat berbicara kepada istriku yang saat itu berada tidak jauh dariku,
"Kuda mana, disini tidak ada kuda sayang,,, inikan gunung" jawab istriku yang saat itu terdengar santai dengan terus mengeluarkan bajuku dari tasku.
"La itu kudannya, Banyak" sahut anakku sambil menunjuk kearah salah satu bagian puncak gunung yang ku daki saat itu.
Mendengar hal itu, istriku pun seketika menatapku dengan tatapan yang terlihat kaget dengan apa yang telah dikatakan anakku. karena akupun tau, waktu itu di area puncak gunung tersebut, aku sama sekali tidak melihat apapun selain pepohonan.
Dan karena aku mulai khawatir dengan apa yang telah dilihat oleh anakku, akhirnya aku pun seketika menghampiri anakku dan memperingatkannya agar dia tidak pergi jauh dari tempatku.
"Lisa, nanti tidak boleh main kemana mana ya, disini gak boleh main sendiri dan gak boleh jauh dari tenda ini. Sudah,, Lisa sekarang disini saja bantuin mama beres beres" Ucapku sambil mengelus elus rambut anakku.
Dan setelah nasihat singkatku waktu itu, akhirnya anakku pun terlihat nurut dan seketika membantu istriku yang saat itu masih sibuk menata baju bajuku.
Singkat cerita, setelah tenda berdiri, akhirnya sore itupun aku dan keluarga kecilku segera masuk ke dalam tenda dan mulai bercengkrama sembari tiduran agar rasa lelahku sedikit menghilang.
"Lisa kuat juga ya ma, aku gak nyangka lho" ucapku memulai percakapan.
"Iya, tapi jangan sampai ketahuan ibu ya mas, kemarin sebenarnya aku pura pura nanya ke ibu tentang lisa jika ku ajak naik gunung. Eh ibu malah marah marah, katanya bahaya, belum waktunya, bisa ginilah, gitulah, pokoknya banyak wes alasannya. Terus karena kamu tadi pagi ngotot mau ajak lisa, akhirnya aku gak pamit sama ibu deh" ucap istriku jelas.
"Iya, gak papa, tuh sekarang lihat, kita sekarang sudah di puncak, dan dia juga baik baik saja kan" ucapku sambil menatap ke arah anakku yang saat itu yang saat itu sudah terlihat ketiduran karena sepertinya sudah kelelahan.
Dan singkat cerita, karena yang saat itu waktu masih menujukan pukul 16:00 sore, akhirnya sore itu aku dan istriku pun memutuskan untuk beristirahat sejenak agar stamina kami tetap terjaga.
Namun anehnya, masih beberapa jam aku tertidur lelap, waktu itu aku terbangun karena aku mendengar suara anakku yang terdengar sedang bercakap cakap dengan seseorang.
"Gak mau,, aku gak boleh sama ayah main jauh jauh,,," ucap anakku jelas.
Mendengar hal itu, akupun seketika bangun dari tidurku dan segera melihat ke arah anakku.
Dan seketika aku membuka mataku, waktu itu aku melihat anakku tiba terlihat sudah duduk di pintu

