Sebelum ini, Boram tidak pernah membayangkan akan dibawa lari seorang anak SMA berumur 19 tahun sampai ke luar kota menggunakan motor sport hanya karena alasan sederhana. Kangen. Ya ampun. Tolongin Boram Ya Tuhan. "Jadi kamu sudah merencanakan ini semua Samudra Arkana?" Boram cemberut seraya melipat lengannya di d**a saat mereka duduk berhadapan menunggu bakso pesanan mereka datang. Sam terkekeh. Menumpukan sikunya di atas meja dan bertopang dagu seraya menaikkan alis tebalanya dengan ekspresi genit. "Iya. Ini hadiah yang sepadan dengan kerja kerasku begadang hanya untuk belajar matematika beberapa minggu ini." Sam mendesah. "Yah walaupun hasilnya hanya beda tipis dari nilai standar kelulusan tapi biarkan aku menikmati hadiahku dulu saat ini." Sam tersenyum lebar. Boram makin c

