Boram berdiri di samping motor besar Sam memperhatikan lekat punggung cowok itu yang maju menghadapi Pak Jery, Ratu dan juga Arbian. Ada perasaan cemas dalam hatinya saat ini. Ditambah lagi para tetangga yang mulai keluar dari rumah mereka. Besok pagi, Boram bisa memastikan kalau mereka akan bergosip tentang dirinya. "Kenapa kalian semua berkumpul di sini?" tanya Sam. "Kamu masih tanya, Sam?!!" Ratu menjawab dengan nada tinggi seraya maju beberapa langkah ke depan. "Ratu—" Tegur Jery yang mencekal lengan anaknya tapi langsung ditepisnya. Ratu sudah sangat emosi saat ini. Dia tidak pernah menyangka kalau ternyata Sam berani membawa gurunya itu pergi ke luar kota hanya berdua tanpa sepengetahuannya. Mungkin kalau Tante Adela tidak menghubungi Papanya maka Ratu tidak akan pernah tahu. "Ka

