"Kamu seperti Cinderella." Boram mengerjapkan matanya saat fashion stylist yang di sewa Arbian untuk mendandaninya berputar-putar mengelilingnya memperhatikan penampilannya malam ini yang katanya seperti cinderella tapi bagi Boram malah sangat berlebihan. Seperti mau pergi ke jamuan makan malam kerajaan padahal hanya menghadiri pesta. "Kecantikanmu yang sebenarnya tersembunyi di balik baju kerja dan riasan kasualmu itu." Veronica menatap puas penampilan Boram yang malam ini sudah dia make over sesuai dengan permintaan Arbian. "Separah itu kah?" tanya Boram yang belum memperhatikan keseluruhan penampilannya. "Parah?" Vero mendengus tidak suka. "Kamu itu mahakarya, sadar atau tidak sadar kamu dengan kecantikanmu itu. Mau lihat?" "Tidak usah kalau hasilnya amburadul." Vero tiba-

