Mencintai Arbian

1004 Words

Arbian duduk di belakang meja kerjanya dengan tatapan menerawang memandangi satu undangan pesta yang diadakan relasinya besok malam di salah satu hotel berbintang dengan banyak pertimbangan.Dia akan datang tapi dia butuh partner dan satu orang yang sejak tadi ada di dalam pikirannya hanya Boram. Arbian menyisir rambutnya ke belakang dan melihat ke arah jam dinding lalu menghela napas panjang. "Lagi jam istirahat ya, hmm," gumam Arbian seraya menarik ponsel di dalam sakunya dan menekan sederet nomor lalu meletakkan ponselnya di telinga menunggu panggilannya di angkat. "Halo, Mas?" Arbian tersenyum, menyandar di belakang kursi dan memutarnya hingga pandangannya kini berganti menjadi deretan gedung-gedung tinggi. "Lagi sibuk, Neng?" Tanyanya. "Kebetulan baru selesai mengajar dan ini se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD