Mempertimbangkan si Duda

1494 Words

"Bu Boram." Boram terkejut dan gelagapan ketika Rei yang duduk di depannya di warung bakso setelah sekolah usai mengagetkannya. Bahkan ujung sedotannya masih ada di bibir yang isinya dia sesap pelan-pelan sambil melamun. "Maaf Pak. Sampai mana tadi pembicaraan kita?" "Sampai saya juga lupa Bu." Boram nyengir dan kembali melanjutkan makannya di bawah tatapan Rei yang juga menggelengkan kepala lalu melipat lengannya di atas meja setelah menyingkirkan mangkuk baksonya ke samping. "Ada yang lagi dipikirkan ya?" "Nggak ada kok Pak. Saya masih teringat dengan kejadian kemalingan kemarin. Masih ngeri aja sih." Rei menaikkan alisnya, "Yakin hanya karena itu?" Boram tertawa, "Ah Bapak ini kok jadi kepo sih. Iya cuma itu aja kok. Terima kasih banyak loh Pak sudah bersedia datang dan membantu m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD