Aku terdiam melongo memandangi penampilan diri sendiri di depan cermin. Setelah insiden lingerie tadi, Kak Bagas malah membungkus tubuhku dengan selimut bak lemper. Setelah itu, dia mengambil kemeja miliknya dan celana panjang training. Sambil mengomel kecil, dia mengangkat tubuh yang terbungkus selimut ini dan membawaku ke kamar mandi. Memerintahkan agar mengganti lingerie dengan pakaian yang diberikannya barusan. Dengan bibir mengerucut sebal, aku kembali berbalik menghadapnya, lalu mendekat. "Lihat aku, Kak! Aku sudah seperti orang-orangan sawah begini. Masa pakai baju dan celana kebesaran punya Kak Bagas," protesku seraya merentangkan tangan ke kiri dan kanan. "Bagus, kok." Dia melirik sekilas, lalu menatap buku bacaan di tangannya lagi. "Apanya yang bagus? Kata Kak Mira, pengantin

