Aku sangat bersyukur. Di tengah prahara yang sedang menimpa keluarga kami, usaha toko kueku berjalan lancar. Setiap bulannya, omset yang dihasilkan semakin naik meskipun memang lelah karena harus menyiapkan bahan-bahan dan membuat sendiri kue dan rotinya. Namun, semua jerih payah itu terbayarkan oleh hasilnya yang memuaskan. Selain itu, kepuasan dari pelanggan menjadikan toko ini lebih dikenal. Dari mulut ke mulut memang lebih menjanjikan. Terlebih lagi Pak Bima. Beliau dengan baik hatinya membantu mempromosikan toko kue ini pada teman, kerabat dan rekan-rekan bisnis. "Ibu jadi beli mobil?" Bagas yang sedang duduk dengan ketiga temannya di teras pun tersenyum dan segera mendekat padaku yang baru turun dari mobil. "Iya, Nak. Susah antar pesanan jumlah banyak kalau pakai motor. Kalau sewa

