"Kak Dimas jangan gila. Aku tidak akan pernah memaafkan mu, aku bersumpah tidak akan pernah mengenalmu lagi. Ucap Dewi dengan wajah ketakutan. Dimas meregangkan otot lengannya dan menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Jantung Dewi semakin maraton, wajahnya terlihat pucat dan matanya sudah berkaca-kaca. Ayah dan ibunya sedang diluar kota, sedangkan art nya saat ini pasti sudah pulang. Jika dia harus berteriak pun tidak akan terdengar ke pos security. "Kak, Dewi mohon." Ucap Dewi hampir menangis. Dimas menatapnya dengan tatapan yang sama. Dia terlihat seakan ingin menyantap Dewi. "Kak Dewi mohon, Dewi ngga akan diam lagi. Dewi akan jawab semua pertanyaan kak Dimas." Ucapnya. Dimas menatapnya semakin lekat. Air mata Dewi menetes dengan ekspresi memelas. Dimas merapatkan kedua kaki D

