Mobil yang dikendarai Albert sudah tiba didepan rumah Dewi, untuk mengantarkan Dimas. Dimas berdiri didepan pintu mobil dan menyempatkan diri untuk bercermin pada spion mobil Albert. "Ngga usah kebanyakan gaya. Makin lama masuknya makan pedes omelannya." Ledek Albert dari depan setir. "Tanggung, sama-sama telat." Jawab Dimas. "Itu bukan cuman telat namanya. Itu namanya lupa." Sambung Albert. "Gue uda ganteng belum?" Dimas tampaknya tak peduli pada ocehan Albert. "Ssssttt." Al memberi kode agar Dimas berhenti merapikan rambut. "Sssstt." Ulangnya, Dimas tidak menghiraukannya. Sekarang dia sibuk merapikan baju kaos dan jaketnya. "Dim. Itu." Ucap Albert. "Sabar sih, nanggung." Jawab Dimas. Albert tepuk jidat. "Kayaknya gue harus pergi sekarang dim." Ucap Albert. "Apaan sih, sabar seb

