Membiasakan Diri

1635 Words

Seperti biasa, Albert menghampiri meja makan dan mendapati seluruh anggota keluarga sudah berkumpul disana. Namun pagi ini mood Al dibuat rusak ketika melihat Sesel bergabung. Tatapan tajamnya tertuju pada wajah Sesel membuat ayahnya mengerutkan kening. "Al, kenapa kamu melihat Sesel seperti itu?" tanya nya. Semua mata pun teralih menuju Al termasuk Sesel sendiri. "Ada apa, Al?" Omanya juga terlihat penasaran. "Ngga apa-apa, Al sarapan di sekolah aja," jawabnya dan langsung pergi sebelum mendapat ijin. "Al." mamanya berteriak, namun langkah kakinya tak berhenti dan bahkan terus melangkah dengan kecepatan yang sama. "Tu anak kok makin aneh aja. Makin hari makin banyak tingkah." Sungutnya. "Ma, sudah lah. Dihabisin aja sarapannya," Papanya terlihat menengahi. "Kalian ada masalah apa,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD