Tempat Favorit.

1621 Words
Ben yang saat itu menawarkan hal baik tentu saja langsung membuat Shen kembali memuji kebaikan Ben, padahal Ben hanya menawarkan untuk kembali berkeliling dulu saja jika dirinya memang ingin kembali melihat salah satu tempatnya berolahraga nantinya, dan tawaran Ben tersebut begitu sangat Shen terima dengan baik dan semangat hingga yang dilakukan Shen saat itu langsung saja bicara menerima apa yang Ben tawarkan. "Aku benar-benar merasa senang dengan penawaranmu senior, sepertinya kau begitu sangat mengerti denganku sekarang ini, terima kasih guru. Dan karena kau menawarkan ku hal seperti itu tentu saja aku tak akan sampai membuang kesempatan, tentu saja aku ingin kembali mengunjungi salah satu tempat yang sepertinya akan menjadi tempat favoritku berolahraga nantinya Ben. Dan tempat tersebut tentu saja balkon di perguruan ini," jawab Shen. "jadi sekarang apa kita bisa pergi sekarang saja Ben, sebelum hari gelap?" tanya Shen. "Ya karena aku melihatmu yang begitu sangat terpesona bahkan sepertinya tak ingin pergi dari tempat itu, tentu saja aku merasa jika tak ada salahnya aku kembali menawarkanmu untuk kembali ke ruangan tersebut sebelum kau meninggalkan perguruan ini Shen," ujar Ben. "dan sekarang tentu Shen, tentu saja kita bisa pergi sekarang. Ayo," ujar Ben, mengajak Shen berangkat saat itu. Dan merekapun saat itu langsung saja kembali pergi ke tempat tersebut yang begitu sangat membuat Shen terpesona, meskipun hanya baru satu kali Shen datang ke ruangan tersebut. "Aku tahu pasti kau juga merasakan hal yang sama denganku dulu Ben? kau merasa tertarik dengan salah satu ruangan yang ada di balkon ini kan?" tanya Shen. "Ya Shen, seperti itulah. Tapi dulu pertama aku kemari tidak dalam keadaan baik sepertimu Shen, aku bukanlah orang yang memiliki sesuatu sepertimu mudah mendapatkan uang, aku bisa kemari karena guru yang sebaik hati menawarkan aku pekerjaan lalu sekaligus menawarkan bagaimana jika aku tinggal saja disini, dan tentu saja menawarkanku juga ikut berlatih disini. Begitu baik dia sampai pada akhirnya aku menerima penawarannya dan tentu saja sekarang disinilah aku, karena kebaikan guru Shen," jawab Ben. "Dia benar-benar sangat baik Ben, kau beruntung karena dipertemukan dengan orang yang sangat baik hingga bisa sampai menolongmu seperti ini Ben," ujar Shen. "Ya kau benar dia memang sangat baik Shen, entah apa yang bisa membuatnya sangat baik kepadaku seperti ini, tapi aku sangat bersyukur dengan apa yang sudaj aku dapatkan ini. Aku tak akan pernah sampai mencoba untuk mengecewakan dan membuat kepercayaan guru berkurang kepadaku," ujar Ben. "Ya harus Ben, itu yang harus kau lakukan. Dan Ben jika aku berpikir kau tentu saja pantas mendapatkan semua ini karena sikap baik dan raji yang kau miliki Ben, apa lagi sekarang kau begitu sangat rajin bahkan pintar tentu saja orang seperti guru tak akan sampai merasa ragu untuk membawamu ke perguruan ini. Dan kebaikan yang kau dapatkan tentu saja ini juga berasal dari kebaikanmu sendiri Ben, guru bisa sampai percaya hingga sangat baik seperti ini karena kau yang juga baik padanya. Seperti kau yang sangat rajin dan pintar itu sudah menjadi hal yang membuat guruntak menyesal memberikanmu tempat tinggal disini Ben," ujar Shen, mengatakan mengenai kewajaran Ben yang mendapatkan perlakukan baik dari Ster, yang disebabkan oleh perilaku baiknya juga. "Entahlah harus apa aku menjawab perkataanmu, tapi Shen aku mencoba untuk melakukan hal yang tentu saja tak membuat guru kecewa, jika apa yang kau katakan benar tentu saja aku akan mencoba untuk terus melakukannya, hingga aku tentu saja tak akan sampai membuat guru kecewa kepadaku," jawab Ben. "Ya Ben itu kenyataannya. Dan untuk meneruskan kenyataan ini agar bisa terus lebih baik, kau tentu saja benar mengenai apa yang harus kau lakukan Ben, teruslah jadi dirimu yang sekarang ini agar kau tak sampai membuat guru kecewa dan membuat kepercayaannya hilang. Aku mendukungmu Ben," ujar Shen. "Terima kasih Shen, aku membutuhkan itu. Terima kasih atas dukungan mu, tentu saja aku akan mencoba untuk melakukan apa yang baik hingga aku bisa terus membuat guru percaya kepadaku," ujar jawab Ben. Dan merekapun saat itu melihat pemandangan yang ada disana yang kebetukan menyajikan pemandangan indah terbenamnya matahari, melihat hal seperti itu tentu saja Shen jadi merasa sangat senang kembali dan tentu saja merasa sangat semangat untuk berada di perguruan tersebut, untuk berolahraga ataupun melakukan aktifitas lainnya. "Ben tapi bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Shen. "Silahkan tanyakan saja Shen, jika aku bisa menjawabnya tentu saja aku akan menjawab," jawab Ben. "Mengenai pekerjaan yang selalu kau kerjakan Ben, kau juga pernah bilang mengenai sebuah artikel kan? apa sebenarnya yang kau buat dan apakah artikel tersebut adalah hal sama dengan yang kau kerjakan Ben? maksudmu artikelmu itu adalah sebuah pekerjaan yang kau maksudkan Ben?" tanya Shen. "Mengenai itu. Ya Shen aku memiliki beberapa artikel yang aku buat sendiri dan memang artikel tersebut menjadi salah satu pekerjaanku Shen. Bekerja apapun aku lakukan, jika memang bisa aku kerjakan Shen," ujar Ben. "Wow hebat Ben. Lalu jika seperti itu tentu saja kau memiliki sebuah ruang pribadi dai halaman web mu Ben? dan artikel mengenai apa yang kau maksudkan Ben, boleh aku mengetahuinya?" tanya Shen. "Ya seperti itulah Shen. Artikelnya, artikel yang aku buat hanya memuat mengenai sebuah Keada di kota ini Shen, tak jauh dari sana aku hanya mencantumkan beberapa hal menarik yang ada di kota ini Ben aku memuatnya di halaman web ku dengan membuatnya seperti artikel tentu saja," jawab Ben memberitahukan mengenai artikel yang dibuatnya, meskipun tidak jujur. "Berarti jika seperti itu kau tentu saja terkenal di dunia maya kan Ben? dan kau tentu saja memiliki fans di halaman web yang kau buat karena artikel bagusmu kan Ben?" tanya Shen lagi. "Ah kau berlebihan Shen, meskipun aku memiliki sebuah laman pribadiku di internet tapi bukan hal yang mudah untuk mendapatkan sebuah perhatian pengguna internet. Dan meskipun aku membuat artikel sekarang tapi aku belum terlalu memiliki banyak fans yang menyukai artikel.buatanku Shen, aku hanya mencoba saja belum terlalu mahir dalam membuat artikel yang bisa menghasilkan banyak uang," jawab lahi Ben. "Ya tapi meskipun begitu kau yang memiliki halaman web pribadi saja sudah baik Ben, kau bisa memanfaatkan internet untuk mendapatkan uang. Kau benar-benar orang yang rajin dan pintar Ben," ujar Shen membunuh kembali Ben. "Terima kasih Shen, kau membuatku malu dengan pujianmu yang terus saja kau katakan padaku. Tapi jangan terlalu sering memujiku seperti itu karena aku tak terlalu terlihat seperti yang kau katakan Shen, aku bisa saja cukup rajin tapi sepertinya aku belum terlalu pintar untuk bisa memanfaatkan internet untuk menghasilkan uang. Aku hanya mencobanya," ujar Ben. "Yasudah Shen, bagaimana? kau sudah puas dengan pemandangan yang sudah kau saksikan ini? sepertinya matahari mulai tenggelam dan hari mulai gelap, tak akan baik jika kau sampai pulang terlambat bahkan sampai hari sudah gelap Shen," tanya Ben. "Aku tak berlebihan Ben karena memang kau itu tipe orang yang baik, rajin, dan pintar. itu yang aku tahu ketika aku terus saja melihatmu di kampus," ujar Shen. "oh ya Ben, maaf aku sepertinya terlalu nyaman melihat pemandangan matahari terbenam sekarang jadi aku lupa waktu, dan sekarang sudah akan malam. Ya sepertinya ini sudah waktunya untukku pulang Ben, akan lebih baik aku pulang sebelum hari benar-benar Gelap. Yasudah Ben sekarang maukah kau mengantarku bertemu dengan guru untuk kami pulang?" tanya Shen. "Terima kasih jika kau menganggapku seperti itu Shen, aku senang Jik sikapku bisa di terima oleh orang lain," jawab Ben. "Ya tentu Shen, sekarang ayo, kita pergi ke tempat guru Berad sekarang. Sepertinya dia ada di ruangannya sekarang karena jam latihan sudah usai beberapa saat yang lalu. Tapi kita lihat saja, semoga guru belum masuk ke ruangannya agar kita bisa secepatnya pamit kepada guru nanti," jawab Ben, juga dengan langsung saja mengajak Shen pergi untuk menemui guru karena Shen yang ingin oamit pulang saat itu. "Ya baiklah Ben. Terima kasih," ujar Shen. Merekapun saat itu langsung saja pergi mencoba mencari dimana Ster berada, dan tentu saja tempat pertama yang mereka datangi saat itu ruangan dimana Ster mengajar murid-murid berlatih tadi berharap Ster masih ada disana agar dirinya bisa pamit pulang langsung tanpa harus pergi ke ruangan Ster. "Guru untunglah kau ada disini. Biarkan aku yang membereskan semua peralatan ini guru," ujar Shen. "Terima kasih Ben, tapi tidak apa-apa tinggalkan saja dulu ini karena kau masih harus mengantarkan Shen ke tempat yang sekarang dia masih ingin lihat Ben?" ujar Ster. "Oh tidak guru tidak apa-apa. Aku menghampirimu kemari karena aku sekarang sudah selesai melihat kembali ke semua ruangan yang biasa di gunakan untuk latihan dan olahraga guru, dan kebetulan aku sudah merasa puas dengan semua yang sudah kita lihat. Aku sangat berterima kasih pada Ben guru, dan kau juga yang sudah membiarkan aku untuk berkeliling melihat semua ruangan disini. Terima kasih guru, sekarang aku pamit untuk pulang, sebelum hari semakin gelap," ujar Shen, langsung saja pamit kepada Ster saat itu. "Oh seperti itukah? baiklah bagus, jika kau merasa puas dengan apa yang sudah kau lihat disini Shen, aku jadi ikut merasa senang dengan apa yang kau rasakan Shen," ujar Ster. "Baiklah sekarang jika kau mau langsung pulang aku harap kau bisa berhati-hati di jalan jalan Shen, kembalilah kemari kapanpun kau mau karena sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami disini. Ben, kau sudah tahu kan jika Shen akan pulang? antarkan dia ke depan Ben, atau mungkin kau masih mengantarkannya sampai ke rumahnya?" jawab Ster, lalu langsung bertanya. "Ya tentu guru. Aku akan menyimpan ini terlebih dahulu," ujar Ben, ketika sudah beberapa balikan menyimpan peralatan yang di pakai mereka untuk latihan barusan. Dan ketika Ben sudah selesai menyimpan semua peralatannya saat itu, Ben pun langsung saja mengantarkan Shen keluar perguruan karena dirinya yang ingin pergi pulang saat itu. "Baiklah Shen sepertinya aku hanya bisa mengantarkan sampai sini, tak apa-apa kan?" ujar Ben. "Ya tentu saja Ben, kau tak perlu khawatir. Terima kasih untuk hari ini Ben, aku benar-benar merasa sangat puas dengan semua bantuan yang sudah kau berikan padaku. Sampai jumpa lagi nanti Ben, disaat aku akan ikut berolahraga disini," ujar Shen.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD