Ben yang saat itu tentu saja sudah bisa tenang dengan keadaan cukup buruk yang dirinya rasakan tadi tentu saja langsung kembali mencoba untuk melakukan hal yang tentu saja sekarang ingin dirinya lakukan seperti kembali mengecek artikel yang sudah dirinya posting di salah satu jejaring sosial, ingin kembali melihat bagaimana perkembangan mengenai orang-orang baik yang sedang mencoba untuk menghentikan kasus penganiayaan tersebut. Sebelum itu tapi ketika Ben baru saja akan duduk di salah satu pinggir lorong yang ada disana, sambil berjalan dengan cepat Shen melambaikan tangannya menyapa Ben.
"Ben kau sudah selesai dengan kelasmu?" tanya Shen.
"Oh Shen. Ya, aku baru saja selesai dengan kelasmu barusan, bagaimana denganmu?" tanya Ben.
"Aku juga sudah selesai dengan kelasku dari tadi Ben, aku sengaja menunggumu dan sekarang ternyata kau baru selesai dengan kelasmu, jadi langsung saja apa yang akan kau lakukan sekarang Ben? ada jelas lain?" tanya Shen.
"Oh seperti itukah? lalu ada apa kau sampai menungguku Shen?" tanya Ben. "sepertinya sekarang aku akan mencoba mencari kembali pekerjaan yang biasa aku kerjakan disini Shen," jawab Ben.
"Aku sengaja menunggumu karena mungkin apa kau mau kembali pergi bersamaku? maksudku mungkin kau akan melakukan sesuatu, lalu membiarkanku kembali ada menemanimu Ben?" tanya Shen. "kegiatan apapun yang akan kau lakukan, aku boleh kembali ikut denganmu Ben? dan aku boleh menemanimu? aku ingin mengajakmu kembali ke kantin untuk sekedar minum, atau makanpun kau tinggal pesan saja Ben, aku yang akan traktir kau. Bagaimana? kau mau?" jawab Shen, lalu bertanya apakah Ben mau menerima ajakannya saat itu.
"Kau baik sekali padaku Shen, ada apa ini? apa kepalamu terbentur?" tanya Ben, bercanda. "ya sepertinya tak ada salahnya, dan tentu saja tak ada sebuah alasan yang harus aku katakan untuk menolak ajakanmu Shen, ayo kita pergi. Tapi satu hal yang tak perlu lakukan Shen, kau tak usah repot-repot mentraktirku makan atau minum, kau saja yang makan atau minum tak usah terlalu baik berlebihan kepadaku," ujar Shen.
"Haha lucu Ben, tapi sayang perkataanmu barusan tak ada salah satupun yang benar karena aku tidak sedikitpun melukai kepalaku, apalagi sampai kepalaku terbentur. Ayolah Ben, aku hanya mentraktirmu makan atau minum itu hal kecil tentu saja aku tak kerepotan, lagi pula kau akan menjadi orang yang menolongku untuk mendapatkan tempat berolahraga kan Ben, jadi tentu saja aku sepertinya akan jadi juniormu. Dan sebagai juniormu yang baik tentu saja aku menawarkanmu minum atau makan jika kau inginkan, ketika aku kau biarkan ada di dekatmu," jawab Shen, panjang lebar kekeh ingin mentraktir Ben karena hanya makan atau minum, yang tentu saja begitu wajar.
"Ya terserah kau saja Shen, tapi meskipun begitu aku tak akan berlebihan menerima kebaikanmu. Dan mengenai olahraga yang kau katakan barusan, aku sudah bicarakan kepada kemarin, dan dia tentu saja tak keberatan tapi dia hanya ingin kau datang saja dulu langsung kesana untuk melihat bagaimana keadaan tempat berolahraga di perguruan itu, siapa tahu kau merasa sedikit tidak cocok dengan perguruan yang menjadi tempatku berlatih. Setelah kau melihatnya kau barulah akan diberikan kesepakatan oleh guru mengenai biaya yang harus kau bayar ketika menggunakan perguruan tersebut untuk berolahraga, tapi kemarin aku sudah bicara jika meskipun kau harus bayar sepertinya kau tak akan keberatan untuk membayar biaya disana, dan sekarang karena kau ada di hadapanku silahkan kau bisa mengatakan bagaimana pendapatmu Shen," ujar Ben menjelaskan mengenai dirinya yang sudah menyampaikan keinginan Shen untuk ikut berolahraga di perguruan tempat Ben tinggal dan berlatih tentu saja.
"Oh begitulah Ben? cepat sekali, kau meminta ijin itu kepada gurumu, terima kasih Ben. Dan apa yang kau katakan memang benar Ben tentu saja aku tak keberatan jika harus membayar biaya untuk berolahraga disana, tenang saja aku sadar tak ada yang gratis di dunia ini ketika kita ingin mendapatkan fasilitas yang baik. Dan mengenai gurumu yang ingin aku berkunjung kesana, sepertinya mungkin akan lebih baik jika aku hari ini saja berkunjung kesana Ben? tentu saja sekalian bareng saja denganmu sambil pulang kan? kebetulan sepertinya sekarang kita memiliki jadwal pulang kuliah yang sama kan Ben?"tanya Shen.
"Ya sama" Shen, tenang saja kau bisa mengandalkanku," jawab Ben. "Dan mengenai itu kau sudah akan berbuat baik lagi kepadamu Shen, haduh sepertinya kau tak usah terlalu baik padaku Shen aku tak ingin berhutang Budi padamu, karena aku tak akan mudah untuk mengganti kebaikanmu nantinya," ujar Ben.
"Ayolah Ben kau sudah membalas kebaikan yang sudah aku lakukan barusan Benz kau yang cepat tanggap dalam meminta ijin kepada gurumu mengenai aku yang ingin ikut berlatih dengannya saja tentu sudah sebuah kebaikan untukku Ben, dan tentu saja secara tidak langsung kau membalas kebaikan yang aku sudah berikan padamu. Jadi sekarang kau tak usah pesimis seperti itu tenang saja karena aku tak akan sampai ingin kau membalas kebaikan yang sudah aku lakukan padamu, dan jika sampai kau ingin membalasnya juga kau tak usah repot atau bingung karena kebaikan yang sudah kau lakukan itu juga sudah cukup membuatku merasa senang, sehingga tentu saja kau dengan tidak sadar sudah membalaskan kebaikanku tersebut. Jadi kita impas," ujar Shen.
"Ya terserah kau saja Shen, tapi aku benar-benar sangat berterima kasih kepadamu yang begitu sangat baik kepadaku Shen," ujar Ben. "yasudah l, ayo duduk Shen, sepertinya aku akan langsung membuka laptopku untuk melihat kembali pekerjaan yang sudah aku buat beberapa saat yang lalu," ujar Ben lagi.
"Ya baiklah Ben, silahkan lakukan pekerjaan yang akan kau lakukan, aku akan mencoba untuk tak mengganggumu tapi pertama kali yang harus kau lakukan pilih minukan, ataupun makanan yang ingin kau nikmati Ben!" seru Shen, sambil memberikan buku menu yang ada di kantin tersebut.
"Oh ayolah Shen, aku,"
"Oh aku mengerti kau sedikit bingung dengan apa yang ingin kau nikmati sehingga kau malah bicara hal lain dan tak langsung memilih makanan, dan minuman? baiklah jika seperti itu aku yang akan memesankan makanan dan minuman untukmu saja Ben,"
"Jus mangga," dengan memotong pembicaraan Shen, yang saat itu sudah mulai memilih makanan Ben langsung saja bicara mengenai apa yang dia inginkan. "hanya jus mangga. Aku sudah bilang kan apa yang aku inginkan jadi jangan sampai kau kembali bertanya,"ujar Ben.
"Oh ya baiklah Ben, kau sudah bicara apa yang kau inginkan itu sudah cukup untukku dan sekarang tentu saja, aku akan memesan itu untukmu. Sementara aku memesan kau bisa langsung mengerjakan saja pekerjaanmu Benz tak usah menghiraukan aku tenang saja, aku mencoba tak akan mengganggumu," ujar Shen.
"Ya baiklah jika seperti itu Shen. terima kasih, aku akan mulai bekerja saja," ujar Ben, langsung fokus ke laptopnya saat itu.
Dan beberapa saat kemudian Ben menunggu Shen tentu saja langsung memberikan minuman yang sudah Ben pesan tadi, dengan Shen juga yang langsung mendapatkan pesanannya dan langsung memakannya.
"Baiklah ini dia minumanmu, Ben semoga kau bisa lebih fokus bekerja dengan bantuan minuman ini," ujar Shen, sambil memberikan minuman yang dipesan Ben.
"Wow terima kasih Shen. Kau baik sekali," jawab Ben.
Disamping Ben yang sedang fokus melihat artikel yang saat itu sedang menjadi pekerjaannya yang berusaha untuk ben buat bisa menghasilkan uang tentu saja, Ben langsung saja sambil meminum jus mangga yang sudah Shen berikan saat itu, ada seseorang yang diam-diam memperhatikan Ben yang sedang makan dan duduk bersama dengan Shen cukup jauh dari keberadaan Ben.
"Sial sepertinya Ben memang bodoh, dia tak sedikitpun merasa bersalah padahal aku sampai seperti ini berpura-pura dekat dengan Sin karena aku kecewa kepadanya, dan ingin membuatnya sadar jika apa yang dia katakan sudah melukai aku dan membuatnya meminta maaf, lalu jadi dekat kepadaku. Tapi sekarang dia benar-benar sepertinya tak merasakan apa yang aku ingin dia rasakan karena dia malah enak, dan tertawa bersama Shen dasar bodoh, kau membuatku kesal dengan kelakuanmu itu Ben," ujar Seena kesal, yang saat itu diam-diam memperhatikan Ben yang sedang duduk bersama dengan Shen di salah satu bangku kantin.
Dan saat itupun dirinya langsung mencoba untuk pergi ke saja karena takut kehadirannya yang sedang diam-diam memperhatikan Ben akan diketahui oleh siapapun termasuk Ben, sampai dengan cepat tentu saja Sena langsung pergi dengan perasaannya yang saat itu tentu saja kesal.
Dan Ben pun saat itu tanpa merasakan apapun langsung saja kembali fokus ke artikel yang dirinya sedang pantau, bahkan lihat satu per satu komentar dari semua orang yang simpati terhadap kejadian tersebut sampai pada akhirnya Ben pun, tiba-tiba ingat dengan perasaannya yang sebenarnya saat itu merasa bersalah juga kepada Seena. Ben sebenarnya merasa bersalah dan ingin meminta maaf kepada Seena karena Ben merasa perkataan Ben salah ketika menjawab pertanyaan Seena malam itu, tapi ketika Ben memiliki sebuah pemikiran untuk meminta maaf kepada Seena Ben dibuat sedikit kecewa dengan sikap Seena yang begitu sangat berbuat terbalik dengan perkataannya malam tersebut yang bicara tak akan sampai mau dekat apa lagi berhubungan dengan Sin, tapi kenyataannya Seena sekarang malah dekat bahkan mungkin saja berhubungan 'pacar' dengan Sin, bahkan melakukan sesuatu yang sebenarnya cukup tak wajar di hadapan Ben seperti ketika Seena bermesraan dengan Sin di kelas tadi, tepat dihadapan Ben hingga membuat Ben begitu sangat kecewa sampai tentu saja membuat perasaan Ben campur aduk antara ingin meminta maaf, tapi perasaan Ben sudah terlanjur di kecewakan oleh sikap menyebalkan Seena.
Tapi meskipun begitu saat ini perasaan Ben tiba-tiba luluh hingga Ben ingat kembali jika dirinya berpikir untuk meminta maaf kepada Seena karena perkataan Ben, Seena jadi tersinggung bahkan mungkin saja marah.
"Sepertinya bagaimanapun Seena sekarang, aku tetaplah salah saat itu dan yang harus aku lakukan sekarang tentu saja sepertinya meminta maaf kepada Seena atas perkataanku malam itu yang menyinggung perasaannya. Jika seperti mengatakan hal tersebut tentu saja aku tak usah peduli bagaimana sikap yang akan diambilnya, yang penting sekarang adalah aku harus meminta maaf karena kesalahanku malam itu. Ya, aku harus secepatnya meminta maaf kepada Seena," ujar Ben, dalam hatinya ketika tiba-tiba ingat dengan peristiwa tersebut.
Hingga saat itu Ben yang sedang mencoba untuk fokus terhadap sesuatu yang sedang dilakukannya langsung saja teralihkan menjadi memikirkan mengenai rencana yang harus dilakukannya untuk meminta maaf kepada Seena.
"Ben kau melamun? Ben?" tanya Shen, sambil mengejutkan Ben yang saat itu malah memang melamun.
"O-oh maaf Shen, aku sepertinya malah melamun hingga aku sepertinya harus kau kagetkan. Ada apa Shen?" tanya Shen.
"Ya kau memang melamun tadi ben, apa yang kau pikirkan hingga kau bisa melamun sampai seperti itu?" tanya Shen. "kita sudah berada cukup lama disini Ben, kau masih memiliki mata kuliah yang harus kau hadirin sekarang Ben?" tanya lagi Shen.
"maaf Shen, aku benar-benar terlalu fokus ke artikel yang sedang aku baca ini Shen maaf. Ya aku memiliki mata kuliah yang masih harus aku hadiri, tapi bukan sekarang waktunya Shen," jawab Ben. "Bagaiman denganmu?" tanya Ben.
"Ya aku juga memiliki satu mata kuliah yang harus kembali aku hadiri sekarang Ben, dan teman-temanku sudah memberitahu jika dosen yang akan mengajar mata kuliahku sudah datang, jadi sepertinya aku harus pergi sekarang Ben. Oh ya karena aku akan berkunjung ke perguruanmu kau tentu saja akan menungguku sampai aku keluar kelas kan Ben? lagi pula kau juga bilang sedang menunggu dosen yang akan mengajar lagi hari ini kan? jadi nanti siapapun yang pertama bisa keluar, aku harap bisa menunggu Ben. Kota akan bertemu lagi disini nanti," ujar Shen, sambil membereskan peralatannya saat itu dan langsung saja pergi.
"Ya tentu Shen. Kita akan bertemu lagi disini nanti, tenang saja jika aku yang pertama selesaikan mata kuliahku, aku akan menunggumu disini," ujar Ben.
Dan saat itu Ben yang sebenarnya juga menunggu dosen kedua yang saat itu hampir tiba waktunya untuk mengajar lagi, langsung saja membereskan peralatan bekerjanya termasuk sebuah laptop yang wajib Ben gunakan untuk bekerja ke dalam tas, karena Ben akan langsung pergi ke lorong dimana beberapa kelas yang dekat dengan lorong tersebut berada, agar ketika dosen yang akan mengajar mata kuliah Ben sudah hadir Ben tak akan sampai ketinggalan dan tentu saja bisa langsung mengikuti dosen tersebut ke sebuah kelas dimana dosen tersebut akan mengajar tentu saja. Singkat cerita saat itu Ben sudah sampai di lorong yang Ben maksud, dan kebetulan saat itu ketika Ben baru sampai di lorong yang Ben maksud Ben melihat teman-teman yang memilik jadwal mata kuliah yang sama dengan masuk ke dalam salah satu ruang kelas, dengan salah seorang pria yang ternyata adalah dosennya, hingga tentu saja Ben pun tak ragu untuk langsung masuk lagi ke ruang kelas tersebut untuk langsung mengikuti mata kuliahnya itu.
"Huuh sepertinya aku tak akan merasa kesal lagi kepada Seena, karena sekarang aku tak berada dalam satu kelas yang sama lagi dengannya. Aku yang sekarang sudah merasa luluh ini tak ingin kembali merasa kesal kepadanya yang kembali melakukan hal yang tak wajar tepat dihadapanku, yang akan membuatku kembali jadi tak luluh lagi padanya dan semua simpati dan rasa bersalahku hilang," ujar Ben, ketika sudah masuk ke ruangan kelas mengikutinya kuliahnya saat itu.