Mungkin, Hanya Sebuah feeling.

2120 Words
Ben yang saat itu berjalan menuju ke balkon perguruannya langsung bisa berasa di atas sambil melihat pemandangan yang bisa terlihat olehnya, menatap ke atas ke sebuah langit yang saat ini tengah memiliki pemandangan yang sangat baik karena sedang terang bulan, hingga hal tersebut membuat Ben juga merasakan hal perasaan yang baik sekarang, begitu nyaman hingga dirinya begitu sangat membuat dirinya terlelap dalam suasana nyaman tersebut, bahkan saking nyamannya Ben merasa tak memiliki beban dalam hidupnya dan menikmati saat-saat tersebut sambil menutup matanya dan melihat ke arah langit itu. "Aku benar-benar sangat merasa nyaman berada disini, dan aku benar-benar sangat menikmati udara dan suasana indah ini seperti aku yang tak memilik beban, aku bisa melupakan semua yang tengah menjadi permasalahanku sekarang. Nyaman sekali," ujar Ben, dalam hatinya ketika terus saja merasakan perasaan nyaman saat itu. Dan ketika Ben terus saja merasakan perasaan nyamannya saat itu Ben pun tiba melihat ke bawah balkon perguruannya, karena ada beberapa orang menarik perhatiannya dengan gerak-gerik mereka yang sedikit aneh, dimana ada 2 orang yang saat itu sedang berbincang mengenai sesuatu yang entah apa itu, tapi pria pertama mendesak pria kedua sambil mendorong dan menekannya ke tembok saat itu seperti sedang mengancam, sambil bicara sesuatu. Lalu pria kedua yang di desak oleh pria pertama saat itu langsung saja menganggukkan kepalanya meskipun terlihat seperti orang yang terpaksa, meskipun kemudian pria yang menganggukkan kepala itu menerima uang saat itu. Hingga setelah kejadian tersebut ada seseorang yang 2 orang pria lagi yang datang menghampiri 2 pria pertama tadi. "Ada yang aneh, 2 pria yang lebih awal aku lihat seperti melakukan transaksi dan transaksi yang mereka lakukan seperti memiliki indikasi pemaksaan, tapi aku lebih baik coba untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya bisa saja kedua pria yang diawal aku lihat tadi hanya berniat untuk mengerjai kedua orang yang sekarang sedang menghampiri mereka, mungkin saja setelah ini mereka akan bersama-sama pergi ke suatu tempat atau mungkin melakukan sesuatu," ujar Ben, bicara dalam hatinya sambil terus saja melihat ke arah 4 pria itu. Dan ketika Ben terus saja melihat ke arah 4 pria tersebut Ben mulai melihat mereka yang melakukan interaksi, yang mereka bicarakan tidak terlalu jelas Ben bisa dengarkan hingga ketika sudah beberapa saat Ben mendengarkan percakapan mereka Ben pun langsung saja bisa sedikit jelas mendengarkan percakapan mereka yang saat itu sedang berbincang jadi dengan nada yang tinggi, seolah sedang marah dan diantara salah satu percakapan mereka pria yang seperti mengancam temannya tadi bicara. "Kalian bisa tanya kepadanya, apa yang sudah dia lakukan padaku sampai aku seperti ini, lihat aku aku sampai terluka dan mengalami trauma seperti ini karena perbuatan dia. Apa lagi yang kalian tunggu, habisi dia dan balasan dendam ku! lihatlah di depan kalian sudah ada orang yang menjadi saksi tentang kecurangan dan kejahatan yang sudah mereka lakukan kepadaku, lalu sekarang apalagi yang harus kalian tanyakan padaku? kalian tak percaya dengan apa yang aku katakan, meskipun aku sudah membawa saksi mata? apa lagi yang kalian inginkan? silahkan kalian tanya saja padanya jika kalian tak percaya padaku," ujar pria tersebut ngotot. Dan teman dari pria itu yang tadi sepertinya sudah melakukan transaksi yang terpaksa dengan pria itu, langsung saja ditanya oleh 2 pria yang baru datang itu hingga yang terlihat oleh Ben saat itu pria yang lugu tersebut kembali mengangguk dan sepertinya sambil menjawab pertanyaan dari kedua orang tersebut. Tapi meskipun begitu ada sebuah keanehan yang Ben lihat diantara mereka semua, diantaranya pria yang melakukan transaksi secara terpaksa tadi yang kembali mengangguk dengan seperti orang yang ragu, dan terpaksa. Sepertinya ada sesuatu yang aneh mengenai ini, dan sesuatu yang aku lihat ini pasti ada hubungannya dengan sesuatu yang kurang baik. Aku melihat orang yang menganggukkan kepala tadi begitu sangat terpaksa menjawab pertanyaan dari kedua pria yang baru datang itu, apa ada indikasi ancaman dari pria pertama tadi? dan mungkin dia disogok untuk menjadi saksi palsu pria itu?" ujar Ben dalam hatinya saat itu. Dan ketika Ben sudah melihat perbincangan mereka Ben pun tak lama langsung saja melihat kedua pria yang baru datang langsung pergi lagi meninggalkan kedua pria yang pertama Ben lihat disana. Ketika 2 pria tersebut pergi, 2 pria yang pertama Ben lihat tadi langsung merangkul pria yang sepertinya sudah pria kedua tersebut yang sudah dirinya jadikan sebagai saksi palsu, dengan tertawanya yang menyebalkan lalu kembali bicara, memuji orang yang sepertinya berhasil dia jadikan sebagai saksi palsu tersebut. Lalu setelah hal tersebut terjadi beliaupun langsung saja kembali mengajak pria yang sudah dijadikan saksi palsu olehnya pergi, dengan sedikit paksaan, sambil kembali mengiming-iming pria tersebut dengan uang yang dimilikinya. "Ini tidak benar, aku yakin akan ada hal yang tak benar mengenai semua ini dan sepertinya aku harus mencoba untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang sebenarnya orang tersebut rencanakan. Ya aku harus mencoba untuk mengetahuinya dan jika bisa aku harus mencoba untuk meluruskan semua ini, aku yakin ada sebuah paksaan dan sebuah sogokan yang terjadi kepada pria-pria tadi hingga sekarang yang akan terjadi pasti ketidak adilan mengenai salah satu pihak," ujar Ben, bicara dalam hatinya sambil langsung saja menuju ke bawah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengan cepat bahkan sedikit berlari Ben pun langsung saja pergi turun ke bawah mencoba untuk keluar dari perguruan tersebut, mengejar beberapa orang yang tadi Ben lihat sedang merencanakan sesuatu yang sepertinya ada indikasi sogokan atau paksaan yang akan membuat sesuatu terjadi dengan tidak adil, sehingga Ben ingin mengetahui sesuatu yang benar-benar terjadi saat itu. Sampai ketika Ben sudah bisa keluar dari perguruan itu Ben pun langsung saja pergi ke jalan yang tadi di tempat oleh beberapa pria tersebut, dan tentu saja karena semua orang tersebut sudah pergi tak ada di tempat yang sama pria-pria tadi merencanakan sesuatu, diapun langsung saja mencoba mencari kemana mereka semua pergi. Ketika Ben terus saja mencari orang-orang tadi, melalui jalan yang ada di sana sambil tentu saja melihat ke seluruh belokan jalan, Ben pun melihat ada kobaran api yang sepertinya sedang ditempati oleh beberapa orang, berpikir bisa saja jika saat itu orang-orang tadi yang merencanakan sesuatu adalah orang-orang yang berada disana. "Mungkin saja sepertinya aku memang harus mencoba mencari melihat ke sana, aku memang tak tahu pasti siapa yang menyalakan kobaran api yang seperti api unggun tersebut tapi tidak ada salahnya kan jika aku melihat, jika memang benar ada orang dan orang tersebut adalah pria yang aku lihat tadi mungkin aku akan mencoba untuk mendengarkan percakapan mereka berharap mereka akan membicarakan mengenai rencana buruk mereka. Dengan begitu jika memang yang mereka rencanakan adalah hal buruk atau bahkan berindikasi akan menghasilkan ketidak adilan aku akan mencoba untuk menghentikan ketidak adilan tersebut dan tentu saja mencoba untuk meluruskan semuanya hingga yang akan aku dapatkan adalah keadilan mengenai siapapun itu," ujar Ben dalam hatinya, sambil terus saja berjalan ke tempat api unggun tersebut menyala mencoba melihat apakah benar orang-orang tersebut adalah orang yang ben lihat tadi atau bukan. Sampai pada akhirnya saat itu Ben pun bisa benar-benar melihat orang-orang yang ada disana, mereka memang sedang membicarakan sesuatu sambil menghangatkan tubuh mereka di api unggun yang menyala dengan cukup besar saat itu, hingga membuat mereka berbincang santai sambil menghangatkan tubuh mereka. Ben yakin jika ada orang di dekat api unggun tersebut karena Ben melihat bayangan beberapa orang tersebut yang di hasilkan oleh kobaran api tersebut, hingga yang dilakukan Ben saat itu tentu saja mencoba untuk mendekati mereka dan tujuan utama Ben tentu saja mencoba untuk mengetahui apa yang sudah mereka rencanakan tadi. "Tak ada waktu lagi sekarang, karena esok hari aku akan mendapatkan apa yang aku mau beserta dengan balas dendam yang sepertinya akan bisa aku lakukan hahaha," ujar seorang pria. "tapi semua ini tidak akan bisa terjadi jika bukan karena anak ini haha, anak ini benar-benar bisa aku jadikan sebagai saksi mata, saksi mata palsu sehingga mereka bisa percaya jika dalam kasus ini akulah yang dirugikan. Haha kau sangat pintar melakukan akting kawan, baiklah ini ambilah dan sekarang kau bisa pergi, tapi ingat ini semua sepertinya belum berakhir hingga jika aku membutuhkanmu kembali kau harus siap untuk aku panggil dan kembali menjadi saksi palsu untukku seperti sekarang ini. Kau paham?" ujar pria tersebut, dengan nada geram dan mengancam kembali. Pria yang dirinya sudah bisa sogok pun hanya terdiam menunduk dan mengangguk terpaksa, lalu pergi meninggalkan semua orang yang sekarang tersisa 3 orang di depan api unggun tersebut. "Ternyata dugaan ku benar, orang yang lugu tadi dijadikan sebagai saksi palsu dengan di sogok oleh orang ini, tapi apa kasus yang sebenarnya mereka sedang bicarakan? dan siapa ketiga orang tersebut? apakah mereka orang-orang yang tinggal di sekitar sini?" tanya Ben dalam hatinya. Ketika Ben sudah tahu jika apa yang dirinya duga adalah hal yang benar dimana saat itu yang terjadi memang adalah seseorang yang sedang mencoba memutar balikan fakta dengan menyewa seseorang untuk menjadi saksi palsu untuk kepentingan dirinya sendiri Ben pun langsung ingin mengetahui siapa orang yang sebenarnya melakukan rencana buruk seperti itu. Tapi sayang ketika Ben ingin kembali mengambil gambar orang-orang tersebut untuk sebuah bukti jika nanti diperlukan Ben pun tak bisa melakukannya karena Ben tak mengambil kameranya, sehingga yang bisa Ben lakukan saat itu hanya mengingat saja setelan pakaian yang ketiga pria itu kenakan. Agar jika dimana saja Ben mendapatkan kembali kesempatan untuk bertemu dengan mereka kembali, Ben pun langsung saja bisa mewaspadai orang tersebut yang bisa saja kembali mencoba untuk merencanakan atau bahkan mungkin saja melakukan hal yang bisa saja merugikan orang lain. "Sepertinya aku tak bisa melakukan hal apapun sekarang, dan karena memang aku tak bisa melakukan apapun mungkin mengetahui saja dulu mengenai rencana yang akan dilakukan oleh 2 orang b******k itu sudah cukup, dan sekarang aku lebih baik pulang saja dulu untuk memikirkan apa yang seharusnya aku lakukan agar mungkin aku bisa menghentikan jika memang ada sesuatu buruk yang terjadi dengan apa yang sudah lihat tadi," ujar Ben, dalam hatinya sambil perlahan langsung saja berlahan menjauh dari tempat tersebut. Ketika di jalan Ben langsung saja tak memikirkan hal apapun, selain hari itu sudah cukup larut Ben pun juga berpikir jika sebentar lagi adalah waktunya untuk beristirahat agar Ben bisa kembali bugar ketika esok hari harus kembali pergi ke kampus. "Ben? itu benar-benar kau?" tanya Ster. "kenapa kau bisa sampai baru masuk. Darimana kau Ben?" tanya Ster aneh. "O-oh guru, maaf sepertinya aku tak sengaja membangunkan mu, tapi aku barusan hanya, hanya pergi mencari angin saja guru karena aku tak bisa tidur tadi. Tapi sekarang aku sudah merasa baik, dan sepertinya aku sudah bisa tidur guru," jawab Ben. "maaf guru, tapi bagaimana denganmu? kau akan pergi? atau mungkin melakukan sesuatu?" tanya Ben juga. "Oh benarkah itu? mencari angin? baiklah Ben, lalu apa yang sekarang akan mau lakukan?" tanya Ster. "Aku hanya mengambil air hangat untuk aku minum Ben," jawab Ster. "Ya itu yang sudah aku lakukan barusan guru," jawab Ben tenang meskipun sebenarnya gugup takut Ben akan ketahuan bohong oleh Ster. "Oh ya baiklah guru, tapi sepertinya sekarang kau mungkin kembali saja untuk beristirahat guru, karena udara semakin malam semakin dingin. Agar kau tidak sampai terserang penyakit aku sarankan sebaiknya sekarang kau kembali beristirahat saja guru," ujar Ben, memberikan saran kepada Ster. "Ya baiklah jika seperti itu," ujar Ster. "oh ya Ben, sepertinya kau benar. Sekarang karena aku sudah mengambil air yang aku butuhkan mungkin lebih baik sekarang aku kembali masuk ke dalam kamarku untuk beris kembali, karena cuaca sepertinya memang dingin dan tidak terlalu bersahabat. Baiklah, selamat malam Ben," jawab Ster, lalu pergi meninggalkan Ben. "Ya guru. Selamat malam," jawab Ben, sambil langsung pergi juga ke kamarnya. Dikamar nya Ben saat itu langsung membaringkan dirinya, karena cukup merasa lelah juga berlari di malam hari, tak seperti biasanya hingga pada akhirnya Ben langsung saja mencoba untuk menutup matanya untuk beristirahat malam tersebut, disaat malam belum terlalu larut hingga karena Ben beristirahat di waktu yang belum larut akan membuat Ben bisa bangun tidur dengan kondisi tubuh yang bugar kembali, esok hari. Tapi ketika Ben membaringkan dirinya mencoba untuk beristirahat Ben pun tak langsung bisa tidur karena Ben yang saat itu malah Ingat menhenai sesuatu, dan sesuatu yang Ben tiba-tiba ingat saat itu adalah mengenai ketiga orang terakhir yang Ben bisa lihat. "Orang yang diawal dan terus saja aku lihat dia sampai terakhir barusan, kenapa aku ingat mengenai seseorang yang pernah aku jumpai, atau aku kenal? aku tak habis pikir kenapa aku bisa sampai berpikir seperti ini, tapi aku benar-benar merasa jika orang tersebut adalah orang yang aku tahun Tapi entah siapa itu, aku hanya sedikit mengenal postur tubuhnya tapi tidak dengan wajahnya karena dia yang memakai pakaian yang tertutup dan aku juga tak bisa melihatnya ketika ada di depan api unggun tadi, karena dia yang tepat membelakangi posisi ku. Siapa dia sebenarnya? dia seperti berkuasa dan seperti orang yang memang paling banyak bicara diantara ketiga orang tersebut," ujar Ben, jadi memikirkan mengenai ketiga orang tersebut yang saat itu dirinya lihat seperti orang yang dia kenal.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD