Pikiran Memanfaatkan

2599 Words
Ben yang saat itu langsung bertemu dengan Ster yang kebetulan kebetulan menyambutnya di pintu masuk perguruan tentu saja mengatakan apa yang dirinya sudah ingin bicarakan kepada Ster, mengenai Shen yang tertarik untuk ikut berlatih di perguruan tersebut. "Berolahraga? olahraga apa yang kau maksudkan Ben?" tanya Ster. "Nama temanku Shen guru, dan aku sudah berbincang dengannya mengenai olahraga yang ingin dia lakukan dan diapun menjawab jika dia menginginkan olahraga yang simpel saja seperti berlari, tapi yang menjadi permasalahan adalah dia yang merasa minder dan malu karena dirinya yang tak memiliki teman ketika ingin melakukan kegiatan tersebut. Kami pun berbincang sampai kita bisa ada disini lalu ketika melihat perguruan ini dia langsung saja merasa tertarik untuk ikut berolahraga disini guru. Dia memang belum melihat isi dari perguruan kita ini, tapi dia sudah merasa tertarik untuk ikut berolahraga disini, itupun jika kau ijinkan tapi jika itu sepertinya itu tak akan menjadi masalah, tapi meskipun dia harus bayar sepertinya dia tak akan keberatan guru aku akan mengatakan kepadanya ketika aku berjumpa dengannya nanti," ujar Ben menceritakan mengenai apa yang dirinya dan Shen sudah katakan tadi. "Seperti itukah? baiklah Ben tapi sebelum aku menyetujui permintaannya kau bisa biarkan atau langsung undang saja teman mu yang bernama Shen itu agar melihat dulu situasi yang ada di perguruan kita ini, jika setelah dia melihat perguruan ini dan dia memang benar-benar tertarik ingin ikut berolahraga di perguruan ini, aku akan mengijinkannya. Jadi sekarang yang harus kau lakukan hanya undang saja dulu dia kemari, agar melihat dengan langsung bagaimana keadaan di perguruan kita ini," jawab Ster. "Oh ya baiklah guru, jika seperti itu ketika aku esok hari bertemu dengannya aku akan bicarakan ini kepadanya guru. Terima kasih atas jawaban mu," ujar Ben. "sekarang apa ada sesuatu yang harus aku bantu guru? latihan belum dimulai guru? padahal kan ini sudah waktunya untuk berlatih?" tanya Ben. "Ya Ben. Tapi tenang saja, kau pulang di waktu yang lebih awal dari perguruan dimulai, belum saatnya latihan dimulai lagi Ben jadi sekarang sepertinya akan lebih baik jika kau memanfaatkan waktu yang tak banyak ini untuk beristirahat saja dulu. Sebentar lagi waktu berlatih akan dimulai Ben," jawab Ster. "Oh seperti itukah? ya baiklah guru, sekarang aku akan membersihkan saja dulu diri dan sedikit beristirahat lalu akan kembali menghampirimu untuk berolahraga guru. Sampai jumpa," ujar Ben. "Ya tentu Ben," jawab Ster. Ben pun langsung saja pergi meninggalkan Ster masuk ke dalam ruangannya untuk mengganti pakaiannya dan beristirahat sejenak, setelah itu barulah dia akan pergi kembali menghampiri Ster yang sudah siap.untuk kembali melatih semua muridnya termasuk Ben. "Maaf Shen aku benar-benar tak punya pilihan tiba-tiba pikiran itu masuk ke dalam otak ku, tapi meskipun sekarang aku berpikir untuk memanfaatkan mu tapi kau tak usah khawatir karena aku tidak akan memanfaatkan mu untuk sesuatu hal yang buruk, aku hanya memanfaatkan kedekatan kita yang bisa saja terjadi untuk bertanya kepadamu mengenai apa yang terjadi dengan Seena sehingga dia begitu cepat merubah pikirannya, dari dia yang awalnya bicara tak ingin sedikitpun dekat apa lagi memiliki hubungan dengan Sin jadi melakukan hal sebaliknya bahkan sekarang Seena begitu terlihat lengket kepada Sin. Sangat membuat ku bingung, aku ingin bertanya mengenai hal itu saja Shen bukan hal yang tak baik menurutku," ujar Ben, dalam hatinya ketika dirinya mengistirahatkan diri di ruangannya dengan Ben yang sudah berhasil membersihkan diri. Ketika Ben terus saja beristirahat di ruangannya Ben pun tiba-tiba terbangun dan melihat ke arah jam yang sudah menunjukan jam 03 sore lebih, dimana saat itu sebenarnya waktu untuk berlatih sudah sedikit terlambat sehingga yang dilakukan Ben saat itu tentu saja langsung berdiri dan keluar dari ruangannya untuk menghampiri Ster yang tentu saja akan sudah ada di ruangan berlatih. Tapi ketika Ben sudah sampai di ruangan berlatih Ben pun merasa aneh karena dirinya tak melihat latihan berat sudah dimulai, justru saat itu Ster dan semua murid yang ada di sana terlihat sedang melakukan pemanasan. "Maaf guru, sepertinya aku terlambat datang kemari. Aku ketiduran tadi," ujar Ben. "tapi sekarang aku sudah ada disini, dan siap untuk berlatih dan membantumu tentu saja, sekarang apa yang harus aku bantu guru," tanya Ben. "Tenanglah Ben kau lihatkan sekarang apa yang sedang kita lakukan, ayo masuklah ke barisan dulu kita lakukan dulu pemanasan dsn kau tak perlu khawatir kau tidak terlambat Ben kita saja baru mulai pemanasan ini Ben," jawab Ster. "Oh syukurlah jika seperti itu guru, baiklah sekarang aku akan masuk ke dalam barisan dan mencoba untuk ikut melakukan pemanasan," ujar Ben sambil ikut masuk ke barisan. Ben yang saat itu baru bangun dari tidurnya dan harus langsung mengikuti pemanasan tentu saja merasa sedikit pusing, dan lemas tapi ben mencoba untuk fokus melakukan pemanasan tubuhnya hingga Ben bisa merasa bugar lagi karena pemanasan yang mereka lakukan sekarang ini, hingga pada akhirnya Ben pun langsung saja melakukan pemanasan tersebut dengan semangat. Tak lama pemanasan tersebut berakhir dan yang sekarang menjadi sebuah latihan lanjutan set lah pemanasan tersebut adalah Ster langsung menyuruh mereka untuk berlari mengelilingi perguruan itu sebagai latihan kebugaran kembali tentu saja. "Pemanasan yang Ster berikan selalu membuatku bisa merasa lebih bugar seperti sekarang ini, aku yang tadinya masih lemas dan pusing karena aku tiba-tiba langsung bangun dan berlari kemari langsung bisa merasakan tubuhku yang cukup enak dan bahkan bugar, lalu sepertinya selesai olahraga lari inipun aku sudah akan bisa merasa sangat bugar. Terima kasih guru, pelatihanmu sangat bermanfaat untuk tubuhku rasakan, aku rasa Shen tak akan sampai menolak atau jika dia sudah ikut berolahraga disini dia tak akan sampai merasa kecewa dengan keputusan nya yang ikut berolahraga di perguruan ini guru. Aku yakin itu," ujar Ben, sambil.tersenyum semangat merasakan tubuhnya yang perlahan bugar kembali karena pemanasan dan latihan yang Ster berikan kepadanya saat ini. "Kau terlihat sangat kacau barusan Ben, wajar kau terlihat seperti itu karena kau yang bicara barusan tak sengaja tertidur, karena kaget dan langsung berlari kemari kau tentu saja langsung merasakan pusing dikepalamu akibat dari kegiatan yang kau lakukan ketika kau kaget dan langsung berlari kemari. Tapi sekarang kau sudah terlihat kembali bugar dan bahkan kau sepertinya sudah kembali mendapatkan energi dan semangat ku lagi Ben. Bagus, teruslah berlatih Ben," ujar Ster, ketika melihat perubahan Ben dari tadi baru datang sampai sekarang ketika dirinya sudah melakukan olahraga. Setelah semua murid Ben sudah beberapa kali berlari mengelilingi lapangan itu Ster pun mengisyaratkan kepada semua anak buahnya untuk kembali ke tengah lapangan dan berbaris, dengan Ben yang tentu saja dipanggil untuk membantu Ster menyiapkan beberapa alat yang diperlukan untuk latihan mereka saat itu. "Baiklah Ben, tolong bantu aku untuk menyiapkan semuanya. Kau sudah tahu kan peralatan apa saja yang biasa kita gunakan untuk latihan hari ini?" tanya Shen. "Ya guru, aku akan membantumu, dan aku sudah tahu apa yang kau maksudkan," jawab Ben, sambil mengambil beberapa peralatan yang akan digunakannya saat itu untuk mereka berlatih. Beberapa jam waktu latihan dilakukan oleh Ben, dengan semua rekannya saat itu sampai pada akhirnya latihan pun bisa mereka selesaikan dengan keadaan tubuh yang dipenuhi oleh keringat, tapi keringat yang menandakan jika mereka bugar dan menikmati olahraganya barusan hingga yang dilakukan oleh semua murid Ster pun saat itu melakukan cooling down agar semua lelah yang dirasakan mereka semua bisa diatasi. "Baiklah semuanya sepertinya latihan di sore hari ini sudah cukup, kita akan kembali latihan esok hari di waktu yang sama. Hormat, bubar," ujar Ster. Semua murid yang melakukan latihan saat itu langsung saja memberikan hormat kepada Ster lalu membubarkan diri karena latihan yang mereka lakukan sudah selesai, termasuk Ben yang saat itu langsung saja mengambil semua peralatan yang mereka pakai untuk latihan tadi. "Semuanya sudah aku bereskan guru, ada lagi yang bisa aku bantu?" tanya Ster. "Bagus, terima kasih Ben..Sekarang duduklah Ben!" seru Ster. "Baik guru," jawab Ben, sambil langsung duduk. Saat itu ben pun langsung saja duduk dengan Ster yang tiba-tiba memberikannya minuman kaleng, lalu mulai bertanya. "Aku tahu baiknya stamina yang kau miliki disini Ben, jadi sekarang aku langsung saja menyuruhku duduk disini karena kau tak terlalu ingin beristirahat dulu. Dan yang ingin aku katakan padamu adalah, bagaimana mengenai kejadian yang kau lihat kemarin di jalan Ben? apa kau kembali melihat penganiayaan tersebut?" tanya Ster. "Ya guru, aku sudah beristirahat tadi sehingga sekarang aku tak butuh beristirahat dulu sekarang," jawab Ben. "dan mengenai pertanyaanmu itu kau tak usah khawatir guru karena aku tadi tidak kembali melihat kejadian tersebut lagi, justru yang aku lihat tadi adalah sesuatu yang sangat membuatku kaget guru," jawab Ben, antusias. "Kaget? kenapa kau bisa sampai kaget seperti itu ada sesuatu yang kau dapatkan?" tanya kembali Ster. "Ya aku kembali mendapatkan sesuatu tapi sesuatu tersebut adalah sesuatu yang sangat begitu membuat aku senang guru, aku memang kaget tapi kaget bukan karena aku menemukan sesuatu yang membuatku merasa kasihan atau merasa geram kepada seseorang, tapi justru aku begitu sangat senang karena yang membuatku kaget adalah, di jalan kemarin aku melihat banyak orang guru, tak seperti biasanya," ujar Ben. "Lalu orang itu siapa Ben? kenapa kau bisa sampai senang dengan kehadiran orang yang ada disana? bukannya sudah wajarkan di suatu tempat ada banyak orang yang menikmati suasana disana?" tanya lagi Ben. "Ya memang itu benar guru, tapi kehadiran orang-orang tersebut membuatku kaget dan senang karena orang-orang tersebut yang adalah orang-orang yang mencoba untuk melerai kejadian yang sempat terjadi beberapa hari yang lalu di jalan tersebut guru, mereka adalah orang yang berusaha melerai kejadian tersebut terjadi lagi di jalan itu. Aku mengatakan ini karena bukan aku yang mengada-ngada tapi aku mendengarkan langsung mereka bicara mengenai kejadian tersebut dan ingin menghentikan hal tersebut jika sampai hal itu terjadi lagi," ujar Ben kembali antusias. "Benarkah itu? jika seperti itu kejadiannya selamat Ben kau benar-benar sudah membantu orang tersebut meskipun kau tidak membantu mereka secara langsung tapi jika bukan karena kau mereka tak akan tahu kejadian ini dan sepertinya tak akan sampai ada di jalan tersebut untuk mencoba menghentikan kejadian tersebut. Ini semua benar-benar karena sikap heroikmu Ben, kau hebat," ujar Ster, memuji Ben karena sikap baiknya yang benar-benar bisa menghentikan penganiayaan tersebut meskipun tidak secara langsung. "Ya guru aku benar-benar tak percaya jika artikelku dibaca oleh banyak orang dan langsung mendapat tanggapan bahkan membuat orang-orang sekitar langsung ke jalan tersebut untuk menghentikan penganiayaan tersebut. Terima kasih guru," ujar Ben terus saja masih antusias. "Bagikan kerja bagusmu sudah membantu seseorang Ben, yang sekarang harus kau lakukan tentu saja terus saja melakukan kerja bagusmu, terus gunakan hati nuranimu untuk membantu orang yang membutuhkan pertolonganmu. Aku bangga bisa memiliki anak buah sepertimu Ben," ujar Ster kembali memuji Ben. "Tentu guru, tentu saja aku akan terus mencoba untuk melakukan hal tersebut dengan tujuan membantu orang-orang diluaran sana yang membutuhkan bantuan. Semoga aku punya keberanian yang akan membuatku terus bisa melakukan kebaikan," jawab Ben. "Ya Ben aku yakin kau bisa," ujar Ster. "tapi mengenai latihanmu selama ini apa yang sudah kau dapatkan Ben? maksudku ilmu apa yang sudah kau dapatkan? kau tak pernah menceritakan kepadaku apa yang kau dapatkan dari latihan mu selama ini? apa memang karena tak ada yang berbeda dari tubuhmu atau mentalmu?" tanya Ster. "Mengenai itu, tidak seperti itu guru karena kenyataannya aku memiliki beberapa hal baik yang aku rasakan di dalam tubuhku terutama kebugaran yang berlalu aku dapatkan. Bahkan jika aku harus katakan adalah tadi baru saja aku merasakan tak enak dalam tubuh dan pikiranku guru, tapi karena sudah terbiasa dengan latihan yang kau berikan kebugaran ku bisa kembali aku dapatkan dengan hanya mengikuti pemanasan yang kau adakan tadi sore guru. Aku benar-benar sangat merasa jika latihan yang kau berikan sudah sangat merasuk ke dalam tubuhku guru," jawab Ben, menceritakan yang Ben pernah rasakan tadi ketika dirinya merasa jika pemanasan yang Ster berikan padanya bisa membuat kesehatannya yang awalnya tak baik menjadi bugar semula. "Haha baguslah jika seperti itu Ben, berarti latihan yang aku sudah berikan padaku selama ini sudah benar-benar tepat, sehingga kau bisa dengan sangat mudah mendapatkan kebugaran tubuhmu dengan hanya melakukan pemanasan," ujar Ster. "Aku benar-benar bersyukur karena apa yang aku ajarkan padamu bisa berguna Ben," ujar Ster. "baiklah sekarang sepertinya hari sudah mulai gelap Ben, kau bersihkanlah dirimu lagi sepertinya pemanasan dan latihan tadi sudah bisa membuatmu mengeluarkan begitu banyak keringat. Agar kau bisa secepatnya beristirahat mempersiapkan dirimu untuk hari esok Ben," ujar Ster, menyarankan sesuatu. "Oh terima kasih guru, sepertinya kau benar sekarang sepertinya aku pergi ke ruanganku agar aku bisa beristirahat sekarang dan mempersiapkan diri untuk esok hari karena ya guru aku harus kembali ke kampus untuk belajar lagi besok. Baiklah, selamat malam guru aku masuk ke kamar dulu," ujar Ben pamit, beristirahat ke kamarnya terlebih dahulu. "Ya Ben, silahkan," jawab Ster. "oh ya Ben sebelum kau masuk ke dalam kamarku, jangan lupa bawa satu kotak makanan yang sudah aku siapkan di meja makan untuk mu makan, malam. Kau harus mengisi perutmu agar kau bisa dengan baik melakukan kegiatanmu esok hari," ujar Ster. "Ya guru, terima kasih kau begitu baik padaku," ujar Ben, sambil pergi. Ben pun langsung saja masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat dengan makanan yang tentu saja dia ambil terlebih dahulu dari meja makan. Ben yang saat itu sudah ada di kamarnya langsung saja beristirahat sejenak untuk meluruskan dulu tubuhnya yang sudah lelah belajar di kampus, dan berlatih. "Sepertinya aku sekarang akan lebih bisa memanfaatkan waktuku beristirahat dengan melihat artikel yang sudah aku buat, mencoba untuk berinteraksi dengan orang-orang yang sepertinya sudah banyak yang menghampiri jalan tersebut, seperti 2 orang tadi. Ya mungkin sebaiknya aku melakukan itu," ujar Ben, sambil langsung saja membuka kembali laptopnya melihat kembali ke artikel yang sudah dirinya buat kemarin mengenai jalan yang terjadi penganiayaan. Dan ketika Ben membuka laptopnya untuk melihat artikel yang sudah dibuatnya kemarin Ben pun benar-benar dikejutkan dengan banyaknya orang yang sudah melihat artikel yang dibuat oleh Ben kemarin malam, dan banyak juga orang yang sudah meninggalkan komentar di artikel yang Ben buat tersebut. Banyak orang yang bersimpati mengucapkan semoga kasus penganiayaan yang terjadi di jalan tersebut segera bisa diselesaikan dengan ditangkapnya orang-orang yang sudah melakukan hal jahat tersebut kepada orang lain, dan ada juga yang mengatakan jika mereka akan pergi ke jalan tersebut untuk mencari orang yang melakukan kejahatan tersebut dan mencoba melerai lalu tentu saja menghentikan kegiatan jahat tersebut apapun caranya. "Sepertinya orang yang berkomentar seperti ini adalah orang-orang yang ada di sana, seperti kedua orang tadi. Ya sepertinya ini adalah komentar yang mereka tinggalkan di artikel ku ini. Terima kasih orang baik, aku harap semua kebaikan yang kalian rencanakan akan mendapatkan kelancaran," ujar Ben dalam hatinya saat terus saja melihat artikelnya kembali. Ben saat itu terus saja membaca semua komentar yang ada di artikel yang sudah dirinya buat hingga Ben lupa waktu jika saat itu jam sudah menunjukan pukul 07.00. "Oh sial sepertinya aku terlalu senang, sehingga aku benar-benar lupa waktu dan lupa semuanya. Mungkin sekarang sebaiknya aku membersihkan diriku, dan langsung makan lalu tentu saja beristirahat jika sudah waktunya, tapi sepertinya ini belum waktunya untuk beristirahat sehingga mungkin saja aku akan melakukan hal lain untuk memancing kantukku agar bisa beristirahat dengan enak. Beberapa saat kemudian Ben sudah selesai membereskan tubuhnya dan memakan makanannya yang sudah Ben ambil dari meja makan, yang Ster berikan kepadanya saat itu, hingga yang dilakukan Ben saat itu hanya langsung saja kembali berpikir kemana sekarang Ben harus pergi, dan apa yang Ben harus lakukan untuk memancing rasa kantuknya. Hingga ketika Ben berpikir seperti itu, Ben pun langsung saja ingat dengan malam kemarin dimana Ben tak jadi menikmati keindahan pemandangan dari atas balkon perburuannya karena Ster yang tak disangka juga ada disana dan memanggil Ben hingga Ben pun jadi langsung saja berbincang dengan Ster, hingga waktu beristirahat tiba. "Mungkin sepertinya aku bisa kembali berkunjung ke balkon perguruan ini untuk melihat kembali pemandangan sekitar di atas balkon, sambil memancing rasa kantukku tentu saja," ujar Ben saat itu, sambil langsung saja keluar kamarnya dan langsung saja berjalan ke balkon perguruannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD