bagian 4 - Tidak bisa sabar.

1297 Words

"Sabar, Neng. Sabar ..." Brak!! Aku tendang dengan kuat pintu kamar Hella, mataku terbelalak saat melihat isi didalam kamar. Suara nafasku terdengar begitu jelas, aku keblingsatan mencari keberadaan Hella. "Dimana perempuan sia-lan itu!" pekikku keras. Nafas memburu, kemarahan ini benar-benar ada dipuncaknya. "Kemana dia!!" Aku mengedarkan pandangan, berjalan cepat menuju lemari dan membuka pintunya dengan kasar. "Neng ..." Bik Narti menyentuh pundak belakangku. "Tenang, sabar." ucapnya. "Tenang? Sabar? Bibik tidak tahu hancurnya hati ini. Apa aku harus sabar juga!" teriakku dengan air mata bercucuran. Bik Narti terdiam, helaan nafas panjang terdengar dari mulutnya. "Bibik ngerti, Bibik paham. Bibik tau betul perasaan, Neng Rissa." ucapnya lembut. Aku mendecis, kepala terasa baga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD