"Baiklah. Hal pertama yang harus Bibik lakukan adalah ..." Bik Narti menarik nafas, mengangguk tegas saat aku menyelesaikan kalimat. Suara salam terdengar dari ruang tamu, Bik Narti sedikit menjauh lalu berjalan keluar lewat pintu belakang. "Huh ... panas." suara Hella terdengar derap langkah semakin jelas mendekat. "Mbak," Hella menyapa saat melihat kearahku, lalu berlalu menuju lemari pendingin. "Mamah ..." anak cantikku berlari, lalu menyodorkan tangan di depanku. "Gimana pestanya, ramai yang datang?" tanyaku sambil menyambut uluran tangannya. Dila begitu anggun, dengan rambut panjang berponi dan balutan dress selutut berwarna pink. "Ramai, Mah. Nanti kalau Dila ulang tahun undang semua teman sekolah sama teman ngaji ya, Mah." jawabnya riang. Aku mengangguk, melebarkan senyum. M

