bagian 94 - Bahagia.

1401 Words

"Meski terdengar samar dan lemah, saya yakin ada yang berdetak disini ..." Dokter Murni kembali menaruh stetoskop diperutku. Aku menahan nafas dengan mata yang mulai memanas. Mungkinkah ... ada makhluk Tuhan didalam perut ini. "Mas ..." aku menoleh dengan mata yang berkaca-kaca pada suamiku. "Maksud Dokter, istri saya ha-hamil?" tanya Mas Yas mewakili isi hatiku, rautnya berbinar penuh harap. Dokter berhijab putih itu mengangguk pasti, lalu mengalungkan stetoskop di lehernya. "Untuk lebih jelas, sebaiknya langsung cek ke Dokter kandungan saja. Besok mulai jam delapan pagi, Dokter specialis kandungan Ibu Tiara sudah mulai praktek." Jelas Dokter Murni. Dibalas dengan anggukan tegas oleh Mas Yas. "Kalau tidak sabar, coba di tespack saja Pak," saran Dokter Murni. "Oh iya Dokter, trimaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD