"Mas ... aku tidak ingin memaksamu, namun kamu tahu sendirikan. Aku paling tidak suka dibohongi!" Fiona semakin curiga. "Jangan sampai aku mencari tahu sendiri, dan pada akhirnya aku kecewa padamu. Aku yakin, hanya perempuan itu yang menyimpan foto ini." sambung Fiona dengan tegas, sorotnya masih saja menghujamku. Membuat aku semakin salah tingkah. Aku menaruh gambar diatas nakas, lalu meremas tangan yang mulai berasa dingin. Aku bingung harus berkata apa. Tatapan Fiona semakin mengintimidasi, baru kali ini aku melihatnya seserius ini. Apa aku harus berterus terang? Bagaimana nasib, Ibu. Fiona pasti membencinya. "Mas. .. semua ini ada hubungannya dengan perempuan itu, bukan?" Fiona menudingku. "Kamu mengenalnya?" lagi Fiona bertanya. "Ada hubungan apa kamu sama perempuan itu?" cecarn

