Suasana hening menyelimuti kami. Fiona terlihat lelah, tubuhnya bersandar di punggung jok mobil. Sesekali dia mengurut keningnya sendiri. "Kenapa Fi?" tanyaku, menghapus sunyi. Fiona tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya. "Mas ...." "Iya sayang?" sahutku lembut. "Besok kita pulang ke rumahku ya, Ayah mau pulang ke Desa." terang Fiona. "Iya sayang, besok kita pulang." balasku sambil menggenggam tangannya. Fiona tersenyum tipis, dan menggeretkan jemarinya di tanganku. Sesampainya dirumah sudah ada Ibu dan Ridwan diruang televisi. Mereka tengah asik berbincang-bincang. "Eh baru pulang, Yas?" sapa Ibu. "Iya Bu ..." sahutku. "Kak?" sapa Ridwan, sambil menganggukkan kepala pada Fiona. "Eh iya, Wan. Putri mana?" tanya Fiona. "Lagi dikamar, ngerjain tugas." jawab Ridwan. Fiona me

