bagian 104 - Bahagia.

1621 Words

Trimakasih ya Rabb ... kau telah mempermudah jalan kebahagiaan untukku. Semoga kelak anak ini akan menjadi anak yang sholeh. Tak hanya menyejukkan mata, namun menyejukkan hati kedua orangtuanya. "Sayang ..." Mas Yas menatap hangat lalu mencium keningku. "Trimakasih, sudah melahirkan anak kita," ucapnya begitu lembut, membuat nyaman sanubari. "Istirahat ya ... si Dedek biar Mas dan Ayah yang jaga." sambungnya sambil membelai rambutku. Aku mengangguk lemas, lalu memejamkan mata karna rasa lelah yang begitu berat. ***Ofd Entah berapa lama aku terpejam, suara Ayah samar-samar terdengar ditelinga. "Tuh ... Ayah bilang juga apa? Jagoan kan." "Iya, Yah ... Ayah hebat ya, bisa tahu." sahut Mas Yasir. Aku membuka mata, kulihat Ayah sedang menggendong bayiku dengan posisi duduk tak jauh dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD