Chapter 18

1013 Words

                Kedua pipi wanita itu semakin memerah, membuang wajahnya dari siapa pun. “Ya udah Mamah ikut Mamah ikut! Jaga Soraya baik-baik!” Ibundanya menodong Bryan dan suara galaknya menghentikan kedua suami dan putranya itu tertawa. “Kalian berdua, bersihin dapur, Mamah ngantuk mau tidur!” bentaknya, berdiri dari duduknya meninggalkan semua yang hening di sana. Tentu saja sangat kesal karena hal tadi.                   Soraya menatap bingung. “Mamah kenapa marah-marah gitu? Oh, keknya Mamah PMS plus ngantuk, ya?” tanya Soraya menatap ketiga pria di sekitarnya yang masih terdiam bergantian.                   “Kamu, sih!”                   “Ih, Papah, tuh!” Toro dan ayahnya saling menyalahkan.                   Bryan mengabaikan mereka, pun mengusap dadanya, lega, sebelum akhi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD