Chapter 16

1346 Words

                Tak butuh waktu lama, sekitar beberapa jam hingga pukul dua, Faris menyelesaikan pengerjaannya. Ia tampak menatap bangga akan hasil karyanya itu seraya menatap penuh harap calon menantunya.                   “Ini cuman peredam sementara, maaf kalau agak berantakan, cuman Papah jamin no sounds!” Faris berkata mantap.                   “Peredam sementaranya udah bagus, kok, Pah. Makasih, ya.” Bryan tersenyum, ia lalu duduk di hadapan drum, mengambil dua stik drum namun baru ingin menabuh ia berhenti.                   “Kenapa? Enggak bakal kedengeran, kok.” Ayah Soraya memberitahu.                   “Bukan, bukan, Pah. Bukan instrumen ini.” Bryan berpikir sejenak, kemudian menatap sekitaran. “Pah ... boleh minta bantuan lagi?”                   “Apa pun buat calon m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD