5. Zein cinta terbaikku

975 Words
”Kamu eng jangan kegenitan ladenin Si b******k ini. Jangan sekali-kali kamu dengan dia ngobrol. Walau dikelasmu sekalipun aku bakal tahu.” Sambungnya sambil menarik lenganku dengan keras setelah melepas kerah baju Zein. Aku masih tergagap atas sikapnya belum juga kesadaranku kembali, Deniar sudah menyeretku keluar diiringi tatapan bengong temen-temenku. Setelah sampai mobil Deniar melepas tanganku dengan kasar membuka pintu mobil mendorongku masuk mobil. Setelah aku duduk dia membanting pintu sebelahku dengan kasar lalu dia muter dan masuk mobil. Dia mukul-mukul stir mobil dengan emosi yang meluap, lalu mencengkram wajahku dengan kasar. “Aa sakit, tolong lepas.” Pintaku. “Tau kesalahanmu,” hardiknya. ”jangan ngobrol dan berdekatan dengan cowok, apalagi yang suka sama kamu. Hari ini aku maafkan kamu, kalau besok lakukan lagi aku akan lebih kasar” “Kamu tuh yaa knapa lagi mesti marah sedemikian rupa cuma denger aku bicara begitu. Gimana kalo liat aku selingkuh tidur dengan orang lain. Tadi kan Cuma ngobrol biasa.. rasanya masih wajar juga kalaupun marah ya marah yang wajar dong.” Sungutku. “Kamu ketahuan tidur dengan cowok lain bukan kamu saja yang akan aku bunuh tapi keluargamu dan cowok yg nidurinmu akan aku mutilasi, jadi kamu jangan main-main dengan ancamanku.” Ancam dia. Rasanya rasa hati ini sudah sudah ga karuan ga bisa nerima kata-katanya yang ga masuk akal. Sungguh aku harus bersikap gimana. Sudah lelah dengan semua sikapnya yang terlalu mengintimidasi. Sudah cape sekali belum pesan-pesan di handphone mencecar tiap saat dengan pertanyaan yang sebenarnya itu-itu lagi yang terus diulang. Kalo ga di balas dalam waktu satu jam pasti dia akan datang menemui mengintrogasi. Pertanyaan nya selalu sama. Sedang apa ? ada dimana ? sama siapa ? tadi ngapain saja ? walau di bumbui pertanyaan sudah makan belum , mau dikirim apa, aku sangat sayang kamu. Sudah mual saja rasanya dengan semua pertanyaan yang muter disekitar itu. Padahal apapun kegiatan aku hanya ke teras beli dan ngobrol dengan tukang sayur saja dia pasti tsu. Hanya di dalam rumahku sj kayaknya di luar jangkauan dia. Kalo bisa pasang CCTV di rumahku pasti dia akan pasang kayaknya. = = = = = Ada pesan masuk Deniar : “ kamu barusan beli sayur ya, ga perlu ngobrol juga knapa sama tukang sayur.” Aku : “Aaaa…. Trus aku harus pake bahasa tarzan gitu kalo ga ngobrol !” Deniar : “ Pokoknya ga usah ngobrol selain beli sayur ga usah basa basi.” Aku : “Sekalian saja kamu larang aku ngobrol sama balita cowok, anjiiirrrr !!!” Lama-lama aku kalo jawab pesan dari dia selalu bertanduk. Walau aku balas dengan misuh-miisuh, dia ga akan terpancing. Satu-satunya yang dia marah kalo saya dekat dengan cowok ngobrol apalagi kalo cowoknya menatap dg tatapan cinta. Bisa-bisa dipukulin tuh cowok. Bener-bener memalukan. Aku kenal dengan Zein karena kita sekelas waktu SLTP kelas 1, saat itu aku cukup akrab karena Zein walaupun tipe cowok pendiem ga bergaul dengan banyak temen di kelas. Karena punya hobby sama denganku sama-sama senang baca di perpustakaan akhirnya merasa cocok jadi sering berdiskusi atau membahas buku yang di baca. Menyenangkan sekali ada partner diskusi. Zein selain pinter, selalu menyandang juara umum di sekolah, baik dan menurutku cute banget. Walaupun kami berbeda yang digilai, tapi kami tetep saling dukung. Aku menggilai peta dunia, sejarah dunia, selain menggambar, seperti Gimana sih borobudur dan piramid bisa ada. Membaca cerita suku Inca yang sudah modren ilmu falak nya. Sedang Zein tergila-gila ilmu biologi, berharap jadi dokter atau psikolog. Kelas 2 SLTP sampe kelas 2 SLTA tidak sekelas lagi, tapi tetap kami bersahabat, tempat pertemuan kami selalu di perpustakaan. Hanya sekali-sekali ke rumahku atau aku ke rumah Zein. Semua orang yang tau kedekatan kami selalu menyangka kami pacaran, padahal tak sekalipun membahas tentang perasaan karena kita tau masing-masing punya keinginan yang kuat untuk menggapai cita. Tapi kami berdua saling terikat, saling membutuhkan, saling support. Pertemanan yang sangat indah. Ketika kelas 3 SMA kami sekelas lagi, Zein nembak aku. Kaget tapi sebenernya seneng banget. “Eng, kita berteman sudah cukup lama yaa, kita sudah sangat tau masing-masing sifat kita,” Zein membuka pembicaraan, ”Gimana kalo kita pacaran saja yuk.” Kalo ngikuti hati sungguh aku bahagia banget rasanya terbang ke langit ke tujuh. Menari di pelangi. Bayangkan orang yang aku suka menyatakan cinta. Gila ini hati berdentum, bom hirosima dan nagasaki juga kayaknya ga bisa dibandingkan ! “Tidak bisa Zein, bukan aku tidak suka. Sungguh aku bahagia kamu mencintaiku,” jawabku pelan sambil nahan suaraku bergetar, tapi aku yakin Zein dengar. “Tapi kamu tau sekali prinsipku, aku rada parno melihat kakakku tersakiti. Kakakku dihamili pacarnya ketika SMA, dan ditinggal cowoknya begitu saja menghilang ga tau rimbanya. Aku tau persis penderitaan kakakku.”sampai saat ini aku masih sakit kalau membahas kakakku. Zein menghela nafas, ”Aku tau Eng, tau sekali perasaan kamu. Kita jadianpun tidak mengubah cara kita bertemu atau berteman. Tetap seperti ini, tidak perlu ngapel atau kencan sampe kita lulus SLTA kalupun harus sampe lulus Kuliah kondisinya harus seperti itu aku tetep terima kok.” “Zein maaf yaa, tolong mengerti ! aku mencintaimu itu sungguh !!” lirihku, ”Aku berjanji setelah UN kita bahas ini yaa ! Kita saling jaga hati kita, Oke,” Akhirnya Zein setuju, “Mungkin ini namanya teman tapi mesra tuh.” Hahahaha…… kita berdua ketawa. BAHAGIA Setelah pernyataan cinta Zein, aktivitas kami sehari-hari tidak berubah walaupun awalnya canggung tapi lama kembali seperti biasa, karena tetep kami saling memerlukan. Simbiosis mutualisme. Setelah aku dipaksa pacaran oleh Deniar, Zein diteror dan diancam untuk tidak dekat denganku. Deniar bersumpah kalo masih tetep dekat denganku, dia akan menyakitin Zein. Akhirnya kami mulai renggang, walaupun rasanya sakit, ya gimana lagi daripada ada korban. Di kelas kita hanya bisa saling tatap. Karena kalo kita ketahuan ngobrol pasti Deniar tau dan akan marah besar. Setelah Deniar masuk dalam kehidupanku, hancurlah segala impian dan harapanku. ***TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD