"Selamat pagi.." sapa Sersan Miki memasuki kamar Randy.Setelan rapi lengkap dengan seragam dinas yang begitu gagah ia kenakan.
"Pagi,Sersan Miki!" Jawab Randy.Ia sibuk berdandan dan bersiap diri di depan cermin tanpa menoleh kepada sosok yang mendatanginya.
Miki bersandar di kusen pintu,terdiam sembari memperhatikan sahabatnya itu bersolek.
"Kenapa kau melihatku seperti itu,Miki?" tanya Randy curiga.
"Haha,tidak ada apa-apa.Aku hanya baru menyadari bahwa kau begitu tampan.." Kalimat Miki membuat Randy bergidik lalu melirik tajam padanya.
"Apa maksudmu? Jangan bilang karna Bebi menolakmu berkali-kali,kau jadi putus asa dan memutuskan menyukai sesama jenis! Tidak Miki,aku masih menyukai wanita!" Randy mengambil ancang-ancang untuk berjaga jarak dari kawannya itu.
"Hahahaha,benar kata Rai.Kau sudah gila,Randy! Aku pun masih menyukai wanita.Kau tahu aku belum mau menyerah pada Bebi.Kalau aku homo,sudah dari dulu kau kujadikan mangsa.. " candanya membuat Randy semakin merinding.
"Lalu apa maksudmu mengatakan kalau aku tampan? aku tahu aku tampan,bahkan sejak dahulu.Tapi aku tidak menerima pujian itu dari seorang pria apalagi itu kamu.."
Randy tetap berusaha menjaga jarak saat Miki mendekat padanya.
"Tenang,kawan.Aku masih bisa menjaga diriku dengan baik.Maksudku berkata demikian,Karna aku bingung padamu.Kau memiliki wajah yang tampan,bertubuh tinggi atletis dan berkulit cerah.Orang sepertimu lebih layak menjadi seorang selebritis ketimbang menjadi Tentara.Kalau aku sepertimu,kan kujadikan wajah tampanku ini sebagai modal memperkaya diri haha.." Selorohnya.Randy mulai memperlonggar pertahanan yang sejak tadi ia persiapkan kalau-kalau Miki akan 'menyerang' nya.
"Aku tidak tertarik! Ayah memintaku untuk mengurus bisnis propertinya saja kutolak! Aku hanya ingin menjadi tentara.." sembari memasang sepatu boots berwarna hitam,Pemuda bermata indah itu menjawab kalimat sahabatnya sejak awal bergabung Tentara.
"Dasar keras kepala.." ejek Miki.
Miki tidak salah.Randy memiliki segala nya untuk bisa menjadi selebriti.Berkulit cerah,Tubuh tinggi atletis,hidung mancung dan bermata indah.Ketampanannya bahkan cukup populer di kalangan Asrama prajurit putri yang letaknya tidak jauh dari Asrama Cakra buana.Namun alih-alih memanfaatkan ketampanannya untuk menggoda para gadis, Randy justru lebih tertarik menenggelamkan diri dalam kesibukannya di kantor pusat.
Randy dan Miki sudah tiba di kantor pusat, tempat mereka mengabdikan diri.Rai sudah tiba terlebih dahulu dan terlihat sibuk dengan berkas-berkas yang ada di genggamannya.
"Kenapa wajahmu kau tekuk seperti itu?" Tanya Miki penasaran.Baginya,Ekspresi Rai menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak baik dibalik laporan-laporan itu.
"Lihat ini,setiap hari selalu saja ada laporan berita kehilangan.Entah itu kehilangan barang, perampokan,bahkan penculikan.Kenapa orang begitu mudah melakukan kejahatan disaat banyak hal baik yang lebih mudah dilakukan?" Keresahan ini yang selalu Rai rasakan setiap hari.
"Haha.." Miki menyeringai.Ia berdiri dari posisi duduknya semula lalu menghampiri tempat duduk Rai yang selalu mengeluhkan hal sama setiap hari.Sementara Randy ikut meraih berkas yang terlebih dahulu Rai taruh di meja.
"Ketahuilah,mereka melakukan hal itu bukan untuk memuaskan nafsu semata,tapi karna tuntutan hidup yang harus mereka jalani.Banyak orang yang kurang mampu diluar sana yang jangankan untuk menonton bioskop,untuk makan esok haripun mereka tidak bisa menjamin.Kalau orang yang sabar,mungkin dia akan mengambil jalan halal dengan berdagang asongan maupun menjadi kuli pasar.Tapi mereka yang tidak sabar,mengambil jalan pintas dengan mengambil hak orang lain.Semua karna tuntutan hidup,Rai! Aku tahu kau begitu gelisah melihat semua ini,tapi itulah hidup.." Miki menepuk pundak kekar Rai.
"Jadi itu pula alasanmu tidak pernah menyukai penggusuran pedagang kaki lima dan lainnya?" Tanya Randy.Sahabatnya itu memang selalu mengumpat jika ada oknum aparat dengan egois merampas dagangan para pedagang.Namun ia tidak bisa berbuat banyak.
"Haha..kau tahu aku bagaimana.."
Bel pengumuman tiba-tiba berbunyi saat mereka sedang asyik berbincang.Semua orang yang disibukkan dengan kegiatan sengaja berhenti sejenak lalu memfokuskan diri terhadap speaker yang tak lama akan terdengar suara pemberi berita.
"Selamat pagi menjelang siang para tentara,semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat.Tepat pukul 13.00 nanti selepas makan siang, diharapkan kepada seluruh anggota untuk berkumpul di aula utama karna Jendral Sudiro akan datang berkunjung sembari menginformasikan beberapa hal penting.Oleh karna itu,dimohon untuk para anggota segera berada di ruang aula 15 menit sebelum acara dimulai.Terima kasih dan silahkan kembali bertugas.."