Para prajurit sudah berkumpul didalam aula besar,tepat 15 menit sebelum waktu yang ditentukan.Aula ini begitu besar,cukup mampu menampung 2000 prajurit sekaligus.Semua berkumpul dengan perasaan tak menentu.
Ini dikarenakan Jenderal Sudiro,Seorang tokoh Panglima besar akan datang berkunjung ke sini.Kedatangan beliau tentu bukan tanpa sebab,Karna beliau akan menyampaikan berita penting kepada para prajurit.
"Sepertinya ada hal yang begitu darurat sehingga seorang panglima besar yang harus turun tangan menyampaikan langsung pada prajurit berpangkat rendah seperti kita.." Ujar Miki.
"Sepertinya begitu,untuk apa beliau menemui kita langsung jika tidak ada hal penting?" Timpal Randy.
"Aku sependapat dengan kalian.Kira-kira apa yang akan beliau sampaikan pada kita,ya.." Rai begitu penasaran.Rasa penasaran itu pula yang dirasakan oleh ribuan prajurit lain yang sudah berkumpul.
Tak lama kemudian, terdengar suara sirine beberapa kendaraan saling bersahutan.Puluhan kendaraan berupa mobil tugas diiringi oleh puluhan motor besar tiba di Asrama tentara tersebut.Puluhan kendaraan itu mengelilingi satu mobil mewah besar berwarna hitam metalik.Dalam mobil mewah itulah Jenderal Sudiro berada.
Komandan pasukan langsung melakukan aba-aba protokol penyambutan.Semua prajurit berdiri dan bersikap siaga.Jendral Sudiro keluar dari mobilnya,lalu bergegas berjalan menuju aula dengan penjagaan yang begitu ketat.Seluruh Prajurit muda yang ada begitu terpana dan kagum melihat karisma Panglima besar secara langsung.
"Itu dia komandan utama kita.Dia begitu hebat.." Ujar Rai.
"Luar biasa,aku ingin seperti beliau suatu saat nanti.." Randy tak kalah kagum.
"Daripada menjadi beliau,aku lebih tertarik untuk menjadi menantunya.." Tukas Miki.Rai dan Randy menoleh kearahnya dengan tatapan heran.
"Maksudmu?"
"Seperti yang kita tahu, Jenderal Sudiro memiliki dua anak laki-laki yang sekarang mengikuti jejaknya sebagai abdi negara,serta satu anak wanita berusia 28 tahun yang berprofesi sebagai seorang dokter.Semua orang mengetahui hal itu.Tapi yang kudengar,beliau juga punya satu anak perempuan lagi,masih usia sekolah.Namun berbeda dengan ketiga kakaknya,si bungsu ini sedikit pemberontak.Ia tidak nyaman dengan statusnya sebagai anak panglima yang kemana-mana harus dikawal.Bahkan ia sering berkata pada orang lain bahwa ia berasal dari keluarga biasa, karna ia tak suka dengan pandangan orang lain terhadapnya.Sudah sering Jenderal Sudiro mengirimkan pengawal untuk menjaganya,tapi ia selalu menolak.." terang Miki.
"Jadi anak Jenderal Sudiro yang mana,yang akan kau persunting?" tanya Rai.
"Yah,Kalau tidak bisa dengan ibu dokter yang begitu anggun,dengan si bungsu pun aku tak akan menolak.Memiliki pasangan yang pemberontak dan sedikit keras kepala sepertinya menarik.." Miki begitu percaya diri.
"Pertanyaannya,apakah mereka sudi untuk dipersunting oleh prajurit berpangkat rendah seperti kau? hahaha.." Ejek Randy diiringi tawa Rai.
"s****n kalian ini.." umpat Miki.
Jenderal Sudiro sudah memasuki Ruangan Aula.Beliau langsung berjalan menuju podium yang sudah disediakan khusus.
"Selamat siang para prajurit kebanggaan Indonesia,salam sejahtera bagi kita semua.." Ucap Jenderal Sudiro dengan begitu gagah.
"Saya mohon maaf jika sudah mengganggu waktu istirahat kalian.Kalian pasti banyak bertanya-tanya,ada apa dan kenapa saya datang kesini secara langsung.." Semua prajurit yang berkumpul mendengarkan ucapan beliau dengan serius.
"Tak perlu berlama-lama lagi,Saya datang kesini hendak menyampaikan berita penting.Beberapa hari lalu,saya mendapat laporan bahwa jaringan sindikat p**************a tingkat Internasional sudah mulai beraksi di Asia.Banyak sudah penduduk Asia yang menjadi korban.Saya curiga,jaringan tersebut sudah mulai masuk ke Indonesia.Bahkan bisa jadi mereka sudah menyebarluaskan n*****a produksi mereka di dekat kita.Konon katanya,jenis n*****a yang mereka produksi jauh lebih berbahaya dari jenis n*****a yang kita ketahui selama ini.." Suara ricuh diantara para prajurit terdengar cukup menggema.
"Oleh karna itu,saya berencana akan membuat satgas khusus guna menyelidiki kasus ini.Ini bukan kasus sembarangan,tapi merupakan kasus besar yang bisa mencoreng martabat negara kita tercinta.Satgas khusus ini akan saya pilih dari kalian semua yang ada di sini.Saya mohon kerjasama nya dengan kalian disini,demi keutuhan dan kedaulatan negara Indonesia tercinta.Sekian pengumuman dari saya, silahkan lanjutkan kegiatan sembari persiapkan diri kalian masing-masing.Terima kasih dan saya mohon diri.." Jenderal Sudiro membungkuk dihadapan ribuan prajurit juga membungkuk kepada beliau.
Para prajurit kemudian membubarkan diri sesaat setelah beliau beranjak pergi meninggalkan Aula.
"Apa kalian pikir apa kita bertiga akan terpilih menjadi bagian satgas?" tanya Rai dengan raut wajah tak karuan.
"Kalaupun tidak terpilih,aku akan tetap mengajukan diri.Untuk apa aku menjadi prajurit dan bertekad mengabdi pada negara jika keseharian ku hanya dihabiskan untuk berlatih tanpa kuaplikasikan secara langsung di lapangan.." ucapan Miki ini diamini oleh kedua sahabatnya.
"Apapun itu,Kasus ini jelas bukan kasus ecek-ecek.Ini kasus yang begitu besar,kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya.Musuh kita tidak main-main.." Sambung Randy.
"Kau benar.." ketiganya lalu pergi menuju Asrama.