Rapat darurat

878 Words
3 hari berlalu semenjak pengumuman penting itu diumumkan.Jenderal sudiro dijadwalkan akan segera berdiskusi dengan pemerintah terkait hal tersebut.Sore ini,beliau beserta jajaran tinggi pasukan tentara Indonesia lainnya telah dipanggil ke Istana kepresidenan untuk mengadakan rapat tertutup bersama presiden dan beberapa kementerian terkait. Jenderal Sudiro beserta rombongan telah sampai di tempat tujuan.Di sambut oleh beberapa pasukan pengamanan kepresidenan,beliau langsung diantar ke ruangan dimana rapat akan segera dimulai.Selain Beliau,ada beberapa pejabat tertinggi kepolisian juga telah hadir.Mereka langsung bertegur sapa berbasa-basi sembari membahas permasalahan ini. "Kita harus cepat bertindak,hal ini sungguh meresahkan.." ujar Letkol Wibowo,salah satu petinggi kepolisian yang ikut hadir saat itu. "Anda benar,pak.Tapi untuk itu kita perlu pendapat beberapa perwakilan kementerian kedaulatan negara,dan keputusan terakhir tentu saja ada pada tangan Presiden.Kita tidak bisa gegabah.Kita harus bersatu,jangan ada yang saling silang pendapat.." tambah Jenderal Sudiro. "Selamat sore semua.." Pak Presiden beserta para jajaran menteri memasuki ruang rapat.Hadirin yang datang pun serentak berdiri dari tempat duduknya sebagai tanda penghormatan. "Saya pikir kita tidak perlu berlama-lama lagi,karna situasi diluar sana sudah tidak bisa dibiarkan begitu saja.Seperti yang sudah kita ketahui bersama.Jaringan Mafia p**************a dari Mexico tengah gencar menyelundupkan n*****a jenis terbaru milik mereka di Asia.Meski belum mampu menyelinap masuk ke Indonesia.Tak ada salahnya kita sudah siap berwaspada sejak dini.Saya harap para perwakilan divisi pertahanan Indonesia yang telah hadir disini,segera bersiap sesegera mungkin.Siapkan pasukan terbaik dari Tentara maupun pihak kepolisian,sudah saatnya kita bersatu menghadapinya.." Perintah Pak Presiden. "Kita sedang dihadapkan oleh suatu peristiwa genting.Sebagai menteri pertahanan,saya memohon kepada pihak terkait untuk senantiasa bekerja sama demi kedaulatan negara.." semua orang yang hadir mengangguk tanda setuju,tak sedikit pula dari mereka yang mengerutkan dahi,sebagai tanda berfikir keras. "Lalu apa rencana pemerintah dalam menghadapi hal ini,pak?" tanya Jenderal Sudiro.Presiden berfikir sejenak,sembari membetulkan posisi duduknya. "Ini yang sedang saya pikirkan,sejauh ini belum ada solusi yang cukup baik untuk mencegahnya.Oleh karena itu,saya mengundang berbagai pihak sekarang guna mencari solusi bersama.." lanjut Presiden. "Izin berbicara Pak Presiden.Bagaimana jika masing-masing dari divisi yang hadir sekarang ini membentuk pasukan khusus? Misalkan saya dari kepolisian,saya terpikir akan membentuk suatu pasukan polisi preman untuk berpatroli malam.."Ujar Letkol Wibowo memberi usul. "Bagus pak Wibowo,ada usul dari yang lain?" Menteri Pertahanan mengangkat tangan. "Saya berpikir untuk lebih memperketat pasukan di wilayah perbatasan.Tiap kendaraan yang memasuki Wilayah Indonesia dari luar negeri,akan ada pemeriksaan khusus dari Tentara yang bertugas.Oleh karena itu,saya mohon kerjasamanya pada Jenderal Sudiro untuk bersedia membantu mengirimkan pasukan tambahan ke berbagai pelosok perbatasan.Tapi sebisa mungkin,persiapkan mereka dengan bekal dan amunisi lebih banyak lagi.." tambah Menteri Pertahanan. Semua mata tertuju pada sosok pria paruh baya itu.Beliau terhenyak,ragu apakah jumlah kesatuannya cukup untuk menambah pertahanan Indonesia,mengingat sudah cukup banyak pasukan terpilih yang sudah dikirim ke tiap perbatasan sebelumnya. "Bagaimana Jenderal Sudiro? anda sanggup?" lanjut Menteri pertahanan. "Siap,Pak.Sebisa mungkin saya akan persiapkan pasukan khusus bertugas.." Tegas beliau. Selain Jenderal Sudiro,satu-persatu perwakilan instansi yang hadir turut serta memberikan suara dan gagasan yang akan mereka ambil selanjutnya.Presiden beserta tim khusus mendengarkan dengan teliti lalu mencatat semua hal penting yang disampaikan. "Oke kalau begitu.Saya harap bukan hanya dari instansi tentara saja,tapi dari seluruh instansi pemerintah dan jajaran terkait ikut serta mengambil bagian dalam misi khusus ini.Siapkan pasukan terbaik kalian,latih mereka dengan tegas dan disiplin,lalu tugaskan mereka sesuai dengan keahlian masing-masing.Kita tidak mungkin mencegah masuknya barang haram tersebut,tapi saya harap kita semua mampu mencegah segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika barang tersebut beredar luas dengan cepat.." Semua yang hadir mengangguk setuju. "Semua ide dan gagasan telah saya tampung,hal yang rekan-rekan rencanakan sudah tim saya catat.Untuk selanjutnya saya tunggu laporan detail dari tiap pihak.Seminggu sekali,saya harap ada laporan terbaru dari kesatuan rekan-rekan sekalian.Sekecil apapun itu,perkembangan seperti apa itu,harus tetap dilaporkan.Sejauh mana kesiapan serta apa yang sudah diperoleh,saya ingin tahu.Agar kita bisa mengambil tindakan selanjutnya.Sekian dulu untuk rapat kali ini,rapat selanjutnya akan diadakan kembali jikalau ada hal urgent yang perlu dilakukan.Saya tunggu laporan dari rekan-rekan disini semua,terima kasih dan salam sejahtera.." Rapat selesai dilakukan,hadirin langsung membubarkan diri seiring rombongan presiden beranjak meninggalkan ruang rapat. Sepanjang perjalanan pulang,Jenderal Sudiro lebih banyak terdiam di dalam mobilnya.Pria berumur 48 tahun memikirkan banyak hal tentang kasus ini.Kepalanya penat,seisi otaknya berkecamuk,mencari cara agar pasukannya siap mengemban tugas.Dihubungi satu persatu rekan tentara sejawat maupun penanggung jawab tiap divisi di tiap provinsi. "Maaf,Jenderal.Tapi untuk kasus ini,pihak saya belum bisa mengirim tim karena kami pun belum ada persiapan khusus.Saya takut kita menemukan kesulitan saat mengemban tugas nantinya.." Kolonel Ivan,penanggung jawab pasukan khusus jawa barat meminta maaf.Jenderal Sudiro menghela nafas panjang.Wajahnya terlihat begitu kalut."Tapi ada satu cabang divisi yang saya yakin mampu membantu,Pak.." Pria bertubuh tegap itu terperanjat, "Siapa kira-kira?" "Divisi intelijen pusat yang dipimpin langsung oleh LetJen Pratama,Pak.." Jenderal Sudiro terhenyak mendengar nama itu.Kali ini,mau tidak mau ia harus berurusan dengan pria yang pernah bermasalah dengannya di masa lalu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD