Bab 25

1524 Words

Pagi hari, burung berkicau ria. Ditemani dengan dering jam yang menunjukan pukul enam pagi. Devan menolehkan pandangannya ke sebelah kanan, sudah tidak ada Kayla, berarti ia sudah turun dan menyiapkan sarapan. “Baiklah, aku akan meminta nomor telepon James terlebih dahulu untuk mengatur jadwal,” putus Devan. Ia segera menyambar ponsel Kayla dan menyalin nomor telepon tersebut di ponselnya. “Yap, selesai. Aku akan mengiriminya pesan untuk bertemu di kafe nanti siang,” gumam Devan lalu mengetikkan pesan singkat, tidak lupa juga memperkenalkan dirinya sebagai suami Kayla. “Sayang! Apa kau sudah bangun? Cepatlah turun dan sarapan!” teriak Kayla dari lantai satu. Tentu saja Devan mendengarnya dengan jelas, ia segera pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan juga mencuci wajahnya supaya ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD