Nyawa laki-laki itu sudah diujung tanduk, satu detik lagi pria dia hadapan Alex akan mati dalam tembakan. "Kau ingat wajah mereka?" Alex menunjukkan foto kedua orang tuanya kepada laki-laki yang sudah beruban itu. Tatapan pria itu menjadi gentar, dia tidak mau mengucapkan kata-kata apapun lagi. Dia takut, tidak berani mengeluarkan suara. Di hadapannya adalah anak bangsawan Corradeo. Bangsawan yang telah lama dia buru, dia kira semua keturunan Corradeo sudah mati di tangannya, ternyata masih ada anaknya yang hidup. "Kau tidak berani berucap? Sayang sekali." DOR Satu peluru meluncur masuk ke dalam dadanya, dia tergeletak lemas di lantai. Tangan kirinya menyentuh dadanya. Dia sempat berucap terbata-bata di akhir hidupnya, "Ka-kau ak ... akan di ... garis ... kan ma ... ti." Pria itu ta

