Bab 64

615 Words

Ada rasa lega sekaligus gelisah dalam hati Kiara, dia bingung dengan semua yang dia hadapi saat ini. Apa benar semua yang dia lakukan hari ini? Kerabat dan saudaranya ayahnya dia sama sekali tidak tau siapa yang bisa dihubungi. Kiara sibuk memainkan bolpen di tangannya gelisah, kepada siapa dia harus menceritakan semua ini. "Kiara, jam segini kamu saya antar kuliah masih sempat?" tanya Alex. Kiara melihat jam tangannya, masih ada waktu untuk datang ke kampus mengikuti perkuliahan kelas kedua. "Iya, masih." Wajah Kiara terlihat cemas, dia seperti enggan mengikuti kuliah, membuat Alex pada akhirnya memilih duduk di sofa. "Karena kamu niat bolos, sekarang kita gunakan waktu untuk berkenalan." Kiara seketika berbinar dan mengangguk senang. Alex lalu mengambil laptobnya, menunjukkan CV ny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD