41. Keputusan

2004 Words

Nada masih terdiam dan mencoba mencerna perkataan Kevand. Ia benar-benar bingung harus bereaksi seperti apa. Tetapi, Kevand yang menyenggol lengannya itu mengembalikan kesadarannya. "Besok kan baru kelulusan, Kev." ujar Nada lirih. "Ya itu, lebih cepat lebih baik, kan." balas Kevand dengan nada bicara yang cukup tenang. Meski begitu, Nada bisa melihat sesuatu yang aneh di wajah sang sahabat dengan keputusannya yang tiba-tiba itu. "Lo, nggak apa-apa, Kev?" "Gue oke, kok. Kalo gue sakit, gue nggak bakal ke mana-mana." "Gue nggak ngajak lo bercanda, Kev!" Nada berseru jengkel. "Emang, siapa yang bercanda, sih? Gue ngomong serius, kok." "Lo beneran mau ninggalin gue?" "Nad, kita udah berkali-kali bahas ini, ya. Jangan kekanakan, please!" Ada hening di antara keduanya setelah perkataa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD