Nada sebenarnya sudah malas setelah menerima pesan dari iel. Tetapi, ia harus tetap makan malam dan memesannya sendiri. Sekarang, ia berjalan ke arah pintu saat mendengar ketukan beberapa kali. Ia pikir, itu makanan yang dipesannya. "Iel? Katanya kamu keluar?" tanya Nada yang cukup terkejut karena yang mengetuk pintu kamarnya ternyata Iel. "Aku udah beres. Ayo kita--" Pembicaraan Iel terpotong dengan kedatangan orang yang mengantar makanan pesanan Nada. "Atas nama Nada?" "Iya, saya." Nada mengangguk sopan setelah menerima makanannya. "Lho, kamu udah pesan makan?" tanya Iel. "Ya menurut kamu aja gimana? Aku nggak mau berharap apa-apa lagi atau bisa aja aku nggak makan malam kalau harus nunggu kamu." Jawaban Nada begitu menohok dan membuat Iel hanya diam. Ia kehabisan kata-kata. "K

