Lela menghirup udara sedalam mungkin sambil tak pernah berhenti membaca hauqolah, jantungnya sudah berdegup kencang bahkan saat matanya melihat pintu berwarna coklat tua itu. Dalam diam, dia terus meminta pada yang maha Kuasa agar hari—ini saja- tidak menemukan sesuatu yang membuat jantungnya hampir melorot ke bawah saat dia membuka pintu itu. Setiap pagi, Lela bertugas membersihkan kamar majikan juga kamar tempat lelaki itu melakukan ... Astaghfirullah! Bahkan Lela sungguh tak berani menyebutnya. Dengan tangan bergetar, Lela mengetuk pintu, berharap jika hari ini dia tidak diizinkan untuk memasuki kamar tersebut. “Masuk!” ucap seorang pria dari dalam. Lela memejamkan matanya dan membuka pintu sepelan mungkin, jantungnya berdegup kencang menyiapkan diri jika dia menemukan sesuatu hal

