Lela mengikuti Max dari belakang sambil mendorong troli yang isinya beberapa tas kertas belanjaan tuannya, juga beberapa keresek bahan-bahan yang akan dimasaknya sesuai keinginan lelaki itu. Sekarang mereka tengah berbelanja kebutuhan Max di salah satu mall terbesar di Jakarta. Lela sempat tertegun bahkan awalnya mengira bahwa pendengarannya bermasalah saat Max mengajaknya berbelanja. Kenapa lelaki ini mau repot-repot belanja sendiri? Bukankah biasanya juga sudah ditugaskan oleh supir dan pelayannya yang lain? Dibanding mengagumi suasana mall yang terlihat sangat riuh, bahkan luas itu, Lela lebih memilih memikirkan sikap tuannya yang sedikit berubah akhir-akhir ini. Tak jarang Lela menemukan sikap grogi pada diri majikannya—ya, meski seringnya membuat Lela takut seperti biasanya. Langka

