Asih menatap Lela sambil mengernyit. Pasalnya dari tadi gadis itu seperti akan mengatakan sesuatu tetapi tak kunjung terucap. “Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?” Lela menggigit bibir, ragu. “Ehm ... Bi, anu ....” Haruskah dia mengatakannya jika sudah hampir tiga minggu ini dia selalu merasa ada yang mengintip ke dalam kamarnya. “Anu apa? Coba katakan, tak perlu takut!” “Emh, anu ... oia, apa tuan Max sedang dinas ke luar kota? Kenapa Neng tak pernah melihatnya, Bi?” Asih menatap lekat wajah Lela, merasa heran kenapa gadis ini tiba-tiba menanyakan tuannya, bukankah dia selalu takut terhadap lelaki itu? Sedetik kemudian senyum Asih terpetra pada wajah keriputnya, bibir wanita itu terus melengkung seraya menatap Lela dengan godaan. “Apa kamu sedang merindukan tuan, Neng?” Lela te

