“Mulai besok, kamu tak perlu lagi mengurusi semua urusan saya. Kamu saya tugaskan mengerjakan pekerjaan seperti yang lainnya.” Lela sedikit terkejut dengan kabar yang tiba-tiba itu, tetapi hanya sekejap, dia bisa mengendalikan semua reaksi di tubuhnya. “Baik, Tuan. Terima kasih,” jawab Lela seraya membungkuk. Setelah itu Max mengibaskan tangannya menyuruh Lela untuk pergi dari hadapannya yang tentu langsung dilakukan Lela tanpa bantahan. Namun, sebelum dia benar-benar pergi, ujung matanya sempat melirik pada Max yang tengah sarapan dengan seorang wanita cantik—yang baru pagi ini dia lihat. Dari sikapnya Max memperlakukan wanita itu, Lela bisa tebak jika wanita itu sangat spesial untuk lelaki itu. “Apakah wanita itu pacarnya?” Astaghfirullah! Lela menggelengkan kepalanya kuat saat perta

