10. Kau terlambat.

1532 Words

Max melangkah ke lantai bawah di mana dia terkadang selalu bermain dengan beberapa mainannya kesukaannya. Beberapa pria berbadan besar dan berbaju hitam langsung membungkukkan tubuh mereka saat Max sudah terlihat berjalan ke arah mereka. Salah satunya membukakan pintu bercat abu tua dan menyilakannya masuk. Jeritan seorang wanita adalah hal pertama yang Max dengar saat dirinya masuk. Max duduk di kursi kebesarannya, dan di depannya sudah ada wanita yang tengah berlutut. Wajahnya sudah babak belur bahkan ada beberapa bekas darah di baju seragamnya. Wanita itu terus menangis memohon ampun, sedang Max masih bersikap tenang sambil menikmati minuman merah kesukaannya. Sesekali matanya menyelidiki tubuh wanita itu, kalau-kalau ada yang belum tercambuk atau terlewati. Wanita itu yang tak la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD