Sahabat Wati

1485 Words

“Oh, jadi dia ibumu ….” Sebuah suara perempuan membuat Wengi terjangkit kaget dan mengusap dadanya. “Kamu … eh Anda ….” Jantung Wengi berdetak kencang. Matanya menatap ke sekeliling mencoba mencari tahu apa ada orang lain selain mereka berdua. Dia sudah datang sepagi mungkin agar tidak ada yang tahu kalau Wati adalah ibunya. Setidaknya dia ingin menyimpan jati dirinya hingga Wengi sudah siap kembali menerima cemoohan dari teman-teman baru karena kondisi ibunya. Tidak bisa dipungkiri kalau ejekan dan cemoohan yang dilontarkan dengan nada gurauan atau dengan nada sindiran yang pedas memang cepat atau lambat akan kembali didengarnya sehingga sebisa mungkin Wengi mengundur hal itu sampai dia benar-benar kembali siap dibully karena kondisi ibunya. Itu yang membuat dia memilih berangkat sekol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD