HAL TAK TERDUGA

999 Words
"Kak Andine ini pak ustadz baru buat ngajarin kita ngaji ya?" tanya salah satu seorang anak saat Andine Sudah berada di dalam pondok. "Bukan, ini nama nya Kak Miksel, dia akan ikut belajar mengaji bersama kalian," ucap Andine Anak-anak tertawa tak percaya, jika Miksel ikut bergabung bersama mereka. "Ssstt.. tidak boleh menertawakan orang yang ingin belajar ilmu agama, kalian harus mendukung setiap orang yang ingin belajar, mengerti?" ucap Andine menasehati. "Mengerti kak" jawab serentak anak-anak. "Ayo silahkan duduk Miksel, aku akan segera memulai pengajian," ucap Andine. Miksel duduk bergabung bersama anak-anak lain nya, dia mulai mendengar kan setiap huruf yang di ajarkan Andine. Dia semakin terpesona pada Andine, suara nya yang begitu merdu saat menyebut kan ayat-ayat suci Al-Qur'an. "Baik lah adik-adik semuanya, pengajian kita untuk hari ini cukup sampai di sini, jangan lupa untuk tetap belajar di rumah, jika kalian ingin menjadi penghafal Al-Qur'an sejati," ucap Andine mengakhiri pengajian. Anak-anak keluar secara teratur, dengan tawa dan candaan mereka satu sama lain, dengan teman-teman yang lain. Mereka berjalan pergi pulang menuju kerumah masing-masing. "Bagaimana apa kamu mengerti apa yang aku ajarkan tadi?" tanya Andine sambil berjalan kaki. "Alhamdulillah, aku mengingat satu persatu ayat yang telah aku lupakan," jawab Miksel tersenyum. "Syukurlah, aku harap kau mengingat semuanya kembali," ucap Andine bahagia. "Andine, bagaimana jika seorang pria datang melamar mu? maksud ku dia bukan lelaki yang terlalu taat dalam agama, apa kau akan menerima nya?" tanya Miksel hendak memantas kan diri nya. Hati Andine berdebar saat mendengar pertanyaan seperti itu,"Kenapa dia memberikan aku pertanyaan seperti itu? apa dia akan melamar ku?" Gumam Andine dalam hati. "Hey, apa kau mendengar ku?" tanya Miksel. "Iya aku mendengar nya, aku akan menerima nya?" ucap Andine memberi Jawaban tak langsung pada Miksel. Miksel tersenyum mendengar perkataan Andine, dia merasa ada kesempatan untuk mendapatkan hati Andine. "Baik lah, kalau begitu, ibuk akan bicarakan ini kepada bapak, kamu bisa membawa orang tua mu kemari secepatnya," ucap ibuk pada Arman. "Saya sudah mengabari orang tua saya sebelumnya,Buk! dan mereka sedang dalam perjalanan menuju kemari, kemungkinan saya akan datang malam ini bersama Mereka," ucap Arman. "Benarkah? ibuk belum ada persiapan, ibuk juga belum masak apa pun untuk menyambut mereka, bapak pasti bahagia mendengar kabar ini, kebetulan bapakmu dan bapak Andine sudah lama tak bertemu. "Baik lah buk, kalau begitu saya pamit pulang dulu, saya akan datang malam ini lagi," pamit Arman menuju keluar. Ibuk dengan hati yang berbunga-bunga, segera pergi ke pasar dan berbelanja sayuran untuk menyambut kedatangan orang tua Arman. Arman yang pulang dengan hati bahagia tak sabar menantikan malam segera tiba. "Assalamualaikum," ucap Miksel masuk ke dalam rumah. *Waalaikumsalam," ucap Arman menyambut Miksel. "Bagaimana pengajian kamu? apa kamu mengingat kajian mu kembali?" tanya Arman. "Alhamdulillah lah Man, sekarang hati ku tak gelisah lagi, setelah mendekat kan diri pada Allah," jawab Miksel yang mulai berubah dalam penampilan dan berbicara. "Syukurlah, aku sangat bahagia mendengar nya, teman ku yang dulu sudah mendapatkan begitu banyak perubahan di kampung ini," ucap Arman tersenyum. "Apa ada orang di sini?" teriak seseorang dari luar. "Siapa Man? kamu mengundang orang ke rumah ini?" tanya Miksel heran. "Perasaan tidak ada, ayo kita lihat siapa yang memanggil," ucap Arman segera menuju depan pintu. Miksel dan Arman menuju ke depan pintu, saat tiba di depan pintu mereka melihat sepasang suami istri berdiri tersenyum menatap mereka. "Apa kalian akan berdiri seperti patung seperti itu, tanpa mempersilahkan kami masuk?" ucap wanita tersebut. "Mama, kapan sampe nya? bukan nya mama dan papa akan sampai nanti malam?" tanya Arman menyalami orang tua nya satu persatu. "Iya, mama dan papa sengaja pergi lebih awal, sesuatu yang baik tidak boleh di tunda bukan?" ucap mama Arman. "Ayo Om,Tante, mari masuk kedalam," ucap Miksel mempersilahkan. Mama dan papa Arman masuk ke dalam rumah lalu duduk di kursi yang tersedia di dalam rumah. "Ini Om, Tante, di minum dulu air nya, Om dan Tante pasti lelah dalam perjalanan," ucap Miksel menghidangkan minumman. "Bagaimana kabarmu Miksel?" tanya papa Arman. "Alhamdulillah, Miksel baik,Om," ucap Miksel tersenyum. "Tante lihat kamu banyak berubah semenjak di sini? kamu terlihat lebih sopan, dan cara berpakaian kamu juga berbeda," ucap Mama Arman mengerutkan kening. "Dia memang banyak berubah,Ma! dia sudah mulai ikut pengajian, belajar ngaji, dan bahkan sholat juga," terang Arman. "Bagus dong, mama dan papa mu akan senang mendengar kabar ini," ucap papa Arman tersenyum bahagia. "Jadi bagaimana Arman? apa kau sudah memberitahu mereka niat kedatangan kita?" tanya papa nya. "Sudah,Pa! Arman bilang akan datang malam ini kerumah mereka," jawab Arman. "Apakah kamu sudah yakin dengan keputusan kamu?" tanya mama memastikan. "Insya allah Arman yakin,Ma! Arman juga sudah sholat istikharah untuk meminta petunjuk," jawab Arman dengan mantap. "Baik lah, jika kamu sudah merasa yakin, mama dan papa akan mendukung keputusan kamu." "Maaf! apa yang sedang kalian bicarakan saat ini? Miksel gak ngerti,Om?" tanya Miksel kebingungan. "Loh, emang nya Arman belum mengasih tahu kamu?" tanya Mama. "Tentang apa? Arman tidak memberi tahu apa pun?" jawab Miksel menatap Arman penuh tanda tanya. "Arman kamu ini bagaimana? masak Miksel yang dekat sama kamu gak di kasih tahu?" tanya Mama heran. "Arman sengaja gak memberi tahu nya, takut nya dia akan mengasih tau Andine tentang rencana Arman sebenarnya," Jawab Arman tersenyum menatap Miksel. "Andine? apa hubungannya dengan dia?" tanya Miksel pada Arman. "Aku akan melamar nya malam ini, aku tidak bisa menunda niat baik ini, semakin cepat akan lebih baik," jawab Arman tersenyum lebar. Miksel terdiam dan shock mendengar perkataan Arman yang ingin melamar Andine secara tiba-tiba. Dia tak menyangka jika Arman benaran serius pada Andine. Hati nya hancur mendengar semua ini, dia tak tahu apakah bisa mengikhlaskan perasaannya begitu saja, dan membiarkan Arman untuk memiliki Andine untuk selamanya. Bersambung.... Happy reading ? Jangan lupa mampir ke karya aku yang lain #Perjalanan hidup (21+) #Cinta segitiga berujung maut (21+) #Suami ku meninggal, Aku berakhir di penjara (Cerpen) Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukung selalu Author untuk menerbitkan cerita lebih menarik. Terima kasih untuk para readers tercinta ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD