RENDAH HATI

1004 Words
Bab 14 Seperti hari biasa Miksel tepat waktu menunggu di depan rumah Andine, sebelum pintu rumah terbuka. "Kamu sudah datang?" ucap Andine yang tiba-tiba nongol di depan pintu. "İya dong, seperti biasa," jawab Miksel tersenyum. Andine duduk berjarak 1 meter dari Miksel dan berkata,"Tadi malam kamu keren pakai sarung dan peci nya," puji Andine tersenyum. "Ah yang benar aja, kamu serius?" ucap Miksel tak percaya. "İya beneran, kamu terlihat berbeda." Miksel tersenyum bahagia sekaligus malu, ini pertama kalinya Andine memberikan sebuah pujian untuk nya. "Kenapa? kok senyum-senyum sendiri," tanya Andine yang memperhatikan Miksel. "Gak papa, aku cuma takjub aja saat kamu memberikan pujian itu pada ku," jawab Miksel tersenyum menunduk kebawah. "Aku mengatakan yang sejujurnya aja apa yang aku lihat," jawab Andine. "Kamu pernah pacaran?" tanya Miksel dan akhirnya menyesali pertanyaan nya. "Apa yang sedang aku tanyakan? kenapa aku memberikan pertanyaan yang tidak penting, tentu saja dia tidak pernah pacaran," Gumam Miksel dalam hati mengomeli dirinya sendiri. "Apa kah aku harus menjawab nya?" Tanya Andine tertawa. "Tidak, tidak perlu, aku memberikan pertanyaan bodoh. Lupa kan saja," jawab Miksel. "Kenapa? kau tidak ingin tahu apa jawaban ku?" tanya Andine kembali. "Kau tidak perlu menjawab, aku sudah tahu jawabannya tanpa harus kau memberi aku jawaban," jawab Miksel penuh keyakinan. "Aku pernah pacaran sebelumnya." "Apa? apakah kau serius?" ucap Miksel terkejut dan membelalakkan mata nya. "İya aku serius, kenapa kau sangat terkejut seperti itu," jawab Andine tertawa melihat tingkah Miksel. "Aku pikir... kau tidak pernah berpacaran dengan seseorang." "Tentu saja aku pernah, aku pernah jatuh cinta dan berpacaran dengan seseorang saat aku masih sekolah SMA. sampai suatu saat aku mendapat kan hidayah, dan mengakhiri hubungan ku dengan nya begitu saja." terang Andine. "Apa dia bisa menerima keputusan mu begitu saja? dia tidak marah pada mu?" tanya Miksel penasaran. "Awalnya dia tidak setuju, dan sangat marah pada ku, tapi lama-lama dia bisa memahami keputusan yang aku ambil, dan beberapa tahun kemudian, aku mendengar kabar dia sudah menikah," ucap Andine dengan tatapan sendu. "Tapi apa alasannya tiba-tiba kau memutuskan nya, apakah secara tiba-tiba saja kau mendapatkan hidayah," tanya Miksel yang semakin penasaran. "Saat itu aku dan dia sedang dalam perjalanan pulang sekolah, kami pergi berboncengan dengan sepeda motor, secara tiba-tiba, Mobil Truk hampir menabrak kami berlawanan arah, dan untung saja dia bisa menghindari truk tersebut, kami hanya mengalami luka ringan saja.Beberapa hari aku mengurung diri di kamar, aku tidak bisa melupakan kejadian yang menimpaku, sampai saat ibuk menyuruh aku untuk bersyukur kepada Allah, kerena telah melindungi aku dari marabahaya tersebut, dan di situ lah aku sadar, bahwa aku sudah melakukan dosa kemaksiatan, aku berpacaran dan berboncengan dengan yang bukan muhrim aku." ucap Andine menjelaskan. Miksel yang terdiam dan mendengarkan semua cerita Andine, dan dia pun teringat akan dosa-dosanya. dia begitu banyak melakukan kesalahan, dia menipu orang, berkata kasar, bahkan tidur bersama beberapa wanita yang dia kencani. "Ada apa? kenapa kau melamun?" ucap Andine yang membuyar kan lamunan Miksel. "Apa kah aku pantas untuk bertaubat atas segala kesalahanku yang begitu banyak?" ucap Miksel dengan wajah yang serius. "MashaAllah, ini kabar bahagia. setiap hamba Allah pantas untuk bertaubat, meski sebesar apa pun kesalahannya, Allah maha pengampun dan maha pemaaf," jawab Andine memberi dukungan kepada Miksel. "Tapi aku sudah lama tidak beribadah, bahkan aku lupa cara gerakan sholat, dan bahkan aku juga buta huruf untuk membaca ayat suci Al-Qur'an, bisa kah kau mengajariku?" pinta Miksel. "Tentu saja, dengan senang hati aku akan mengajarimu, kebetulan aku mengajari anak-anak di sini cara mengaji dan menghafalkan beberapa tentang sholat, kau bisa bergabung dengan mereka," Tawar Andine. "Apa mereka tidak menertawakan aku nanti nya?" tanya Miksel. "Jika pun mereka menertawakan mu, maklumi saja, kerena mereka masih anak kecil, dan aku akan menasehati mereka nanti nya," jawab Andine tersenyum bahagia. "Terima kasih Andine, kerena kau sudah memberikan aku petunjuk untuk kembali ke jalan nya Allah," ucap Miksel tersenyum. "Jangan berterima kasih kepada ku, tapi berterima kasih lah kepada Allah, kerena dia telah memberi mu hidayah, kerena kita tidak tahu kapan hidayah itu akan menghampiri kita," jawab Andine. "Serius sekali kalian berdua, sedang membicarakan apa?" tanya bapak yang keluar dari dalam rumah dan ikut bergabung dengan Andine dan Miksel. "Eh Bapak, mau Andine buat kan kopi?" tawar Andine. "Boleh juga," jawab bapak. "Kamu mau kopi Miksel?" tawar Andine. "İya, terima kasih," jawab Miksel tersenyum. "Oke tunggu sebentar ya, aku masuk dulu dan keluar membawa kopi," ucap Andine. "Apa yang sedang kalian bicarakan? tak sengaja bapak mendengar kalian ingin mengaji tadi?" tanya bapak. "Anu itu pak, saya mau belajar mengaji sama,Andine." "Oh, itu bagus, jika kamu punya niat ingin belajar huruf-huruf ayat suci Al-Qur'an," jawab bapak tersenyum bangga kepada Miksel. "İya pak, saya akan mencoba untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya," jawab Miksel dengan penuh keseriusan. "Bagus lah, jika ingin mempunyai istri yang baik, belajar lah menjadi imam yang baik untuk nya," ucap bapak yang mulai menyukai Miksel. "Saya belum kepikiran untuk menikah,Pak! lagian saya juga belum ada calon," jawab Miksel tersipu malu. "Ada Andine," ucap bapak berbisik. "Mana mungkin dia tertarik sama saya,Pak?" jawab Miksel tertawa dengan ucapan bapak. "Siapa bilang, jodoh tidak ada yang tahu, siapa tahu dia juga menyukai kamu secara diam-diam," jawab bapak yang mulai memberi kode untuk Miksel. "Bapak ini, jangan seperti itu, nanti kalau Andine dengar, saya jadi gak enak.Lagian Arman sangat menyukai Andine, dan Arman mencintai Andine saat pertama kali bertemu," ucap Miksel memberikan kesempatan untuk Arman mendapatkan hati bapak Andine. Bapak terdiam mendengar ucapan Miksel, dia tak pernah kepikiran bahwa Arman menyukai Andine, dan dia juga tidak tahu harus memilih Arman atau Miksel, Arman pemuda yang baik, sesuai dengan menantu idamannya, tetapi Miksel adalah lelaki yang di cintai anak nya. Bersambung ... happy reading ? terima kasih sudah mampir dan membaca ? jangan lupa mampir ke karya aku yang lain nya. #Perjalanan Hidup #Cinta Segitiga Berujung Maut Dan aku juga punya cerpen loh jangan lupa di baca juga ya !! #Suami ku meninggal, aku berakhir di penjara jangan lupa cek my fropile dan follow ya ??
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD