Welcome Back

1652 Words

"Karin!" panggilku dan Dokter Fandi bersamaan. Kami spontan saling berpandangan. Tanpa menunggu lama, Dokter Fandi langsung berjalan cepat menyusul Karin yang pergi dengan setengah berlari. Aku tertegun memandang kepergian mereka. Sesekali menyeka air mata yang masih menetes di pipi. Ada rasa perih tak terkira saat melihat tak ada lagi tatapan penuh cinta untukku darinya. Karin telah berubah. Apa ini karena kami sudah terlalu lama berpisah? "Sabar. Biarkan dia tenang dulu, Mal. Karin pasti sangat terkejut dengan semua ini," ucap Marco sembari menepuk pundak pelan. "Aku tahu, Mar. Hal yang membuatku sakit bukan karena dia tidak percaya, tapi melihat matanya yang menatapku dingin. Tidak ada lagi tatapan lembut dan penuh cinta yang dulu selalu dia perlihatkan padaku," lirihku dengan hati

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD