Mengungkap Fakta

1920 Words

Hari ketiga, aku diperbolehkan pulang. Papa berniat menjemput, tapi kularang. Biarkan saja Papa menjaga Mama. Lagipula, Marco berbaik hati akan datang ke sini sembari mengantarkan pesananku. "Hey, Bro! Lama nunggu, ya?" sapa Marco saat masuk ke ruangan ini. "Tidak juga." "Bagaimana kakimu?" tanyanya sembari berjalan mendekat. "Tidak bisa dipakai jalan untuk beberapa minggu ke depan. Tapi aku harus tetap menggerakkan jari kaki dan lutut sedikit-sedikit supaya tidak kaku," jelasku sembari mengamati kaki yang digips. "Lalu, aktivitas sehari-harimu bagaimana?" "Aku bisa pakai tongkat penyangga. Kemarin sore Papa datang bawain itu." Aku menunjuk kruk yang disandarkan di dekat nakas. "Kamu bawa yang kubutuhkan, 'kan?" "Tentu saja," jawabnya sembari merogoh sesuatu dari dalam tas punggungn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD