harus jujur

1026 Words
*** sidang penentuan akhir dari Skripsi ku sudah selesai . aku resmi menyandang status Sarjana Ekonomi . " akhirnya lega , selesai juga dalam tiga setengah tahun " ucapku pada diri sendiri aku harus menghubungi orang tua ku dikampung terlebih dahulu mengabarkan hasil dari ujian akhir ku . setelah bercakap - cakap dengan ibu dan ayah ku . sekedar bertukar cerita aku menutup telephone dengan ayah dan ibuku . selanjutnya aku harus menghubungi Ridwan . dia harus tau hasil dari sidang akhir ku hari ini . *** " halo sayang .. ada apa ? " sapa Ridwan dari sebrang telephone " heii .. aku lulus sidang akhir sayang .. aku sangat lega dengan pencapaian ku . akhirnya aku bisa menyelesaikan pendidikan ku " ucap ku dengan bahagia " wah selamat .. akhirnya kau bisa menyelesaikan semuanya . aku turut bahagia , lantas apa rencana mu selanjutnya ? " tanya Ridwan " aku belum tau . mungkin aku harus menyelesaikan administrasi ku di sini terlebih dahulu . dan rencana ku akan mencari pekerjaan setelah ini " jelas ku " baik kalau itu rencana mu . kenapa kau tidak mencoba mencari pekerjaan di kota ku saja ? agar kita menjadi lebih dekat dan lebih gampang untuk bertemu ? " " nanti akan ku pikirkan kembali . aku juga harus meminta izin kepada ayah ibu terlebih dahulu " alasanku " oke .. aku tunggu kabar baik dari mu sayang " permintaan dari Ridwan memang sempat terlintas dipikiran ku . agar aku dan Ridwan menjadi lebih dekat . dan tidak sulit untuk bertemu . tapi bagaimana dengan usahaku ? sedangkan Ridwan tidak mengetahui usahaku itu . aku tidak mungkin jujur ke Ridwan sedangkan itu adalah usaha yang aku bangun dari nol . tetapi aku membayangkan Puja yang sampai saat ini yang masih sering mengunjungiku membuat aku merasa bersalah kepada Ridwan . rasanya aku harus jujur dengan kedatangan Puja yang akhir - akhir ini mengganggu ku . tapi dalam hatiku takut jika akhirnya nanti Ridwan menjadi marah dan kecewa kepada ku . *** pintu kamar kos ku seperti diketok dari luar . sepertinya ada seseorang yang mengunjungiku . aku tidak tau itu siapa . aku lihat benda pipih smartphone ku . ternyata tidak ada tanda - tanda jika Ridwan lah yang mengunjungiku . aku mencoba mengintip keluar . dan ternyata ada Puja didepan pintu kamarku. mau apalagi dia datang kesini . aku sudah mulai bosan dengan hadir Puja yang akhirnya mengganggu untukku . rasanya sangat malas untuk membuka pintu . apalagi bertemu dengannya . " mau apa kau datang kesini ? " aku berbicara sambil membuka pintu " bertemu denganmu. memberikan mawar merah hadiah untukmu. karna aku dengar tadi kau sudah selesai menjalani sidang akhir gelar Sarjanamu" penjelasan dari Puja " maaf aku tidak butuh bunga mawar merah darimu . dan sekarang aku sedang sibuk " aku mencari alasan lama - lama Puja sangat membuat ku risih . apa aku harus jujur kepada Puja kalau aku sudah memiliki kekasih dan tidak mau meninggalkan kekasihku apalagi untuk kembali dengan Puja . ini benar - benar membuatku binggung. akut takut apabila Puja benar- benar mengalami sakit dan nanti akhirnya kambuh. tapi aku tidak mungkin membiarkan diriku terjebak diantara dua hati laki - laki untuk terus menerus . aku tidak mungkin menjalani hubungan dengan tidak tenang begini . aku berfikir untuk harus jujur kepada Puja tentang hidupku sekarang . pada siapa hatiku ku taruh dan pada siapa hatiku akan memilih . tapi aku harus mencari waktu yang tepat terlebih dahulu. *** " ada yang ingin aku bicarakan denganmu " ku kiriman pesan singkat kepada Puja harap - harap cemas aku untuk mengungkapkan jujur kepada Puja. aku takut untuk menyakiti siapapun. bukan karna aku masih mencintainya. tapi aku takut melukai hati orang lain. lama Puja tak membalas pesanku . aku pikir dia sedang ada keperluan lainnya. "biarkan saja dulu. nanti juga bakal dia balas pesanku" aku melipir ke sosial mediaku. ku lihat satu persatu status orang - orang yang aku kenal. tiba - tiba aku lihat status Puja yang sedang berada di sebuah pantai. video itu menampakkan sekilas bahwa Puja sedang bersama wanita lain . rasa sakit di d**a menyerang padaku . bukan karna aku cemburu . hanya rasanya kecewa kepada Puja . padahal dia nyata - nyata memohon hatiku kembali. aku perhatikan dan aku amati betul siapa wanita itu. aku tak ingin salah sangka dan akhirnya malu sendiri. aku ingat - ingat bahwa tidak ada saudara wanita Puja yang seperti dia. aku kumpulkan semua bukti - bukti agar aku menjadi kuat untuk berbicara dengan Puja nantinya . aku bulatkan tekad ku untuk memilih Ridwan dan benar untuk menghapus Puja dari hidupku. aku sudah yakin dengan pilihan hatiku. aku tak mau dibohongi lagi oleh Puja. cukup selama ini dia membodohi dan membohongiku jangan sampai terjadi lagi. aku takkan goyang dengan apapun bujukan dari Puja. *** " kapan kau ingin menemui ku? aku sudah rindu " goda Puja membalas pesanku rasanya aku ingin muntah saja membaca bualan Puja yang sangat menjijikkan untukku . " masih bisa - bisanya dia menggombal kepada ku setelah berkencan dengan wanita itu " aku tidak habis pikir dengan yang dia lakukan . ternyata dia benar - benar buaya yang mencari mangsa baru . aku tetap harus berpura - pura sebaik mungkin agar aku bisa berbicara dengan Puja . aku harus tegas . selama ini aku sabar tapi selalu dia anggap aku adalah wanita yang lemah dan bisa dia tipu . dia pikir aku wanita bagaimana seenaknya memperlakukan aku begini . cukup sudah semua kebohongan yang dia lakukan kepadaku . aku harus tenang menghadapi orang seperti Puja . dia sangat berubah , padahal dulu selama masih menjalin hubungan dengan ku dia tidak begini . entah siapa yang mempengaruhi nya untuk bersikap seperti ini . sungguh aku tidak mengerti dengan yang Puja lakukan . dia berubah tiga ratus enam puluh derajat . " besok jam sepuluh pagi . kita ketemu di cafe dekat kampus . aku ada keperluan dengan dosen pembimbing ku . setelah aku selesai menyelesaikan urusan ku . aku akan menemui mu " balas ku tegas " oke . aku akan menunggumu besok , sampai berjumpa besok " balas Puja ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD