semoga bisa diterima

1254 Words
akhirnya aku memutuskan untuk berbicara dengan Puja. berharap semoga ini terakhir kali dia datang dan mengusik hidupku . aku tidak ingin dia ada dan datang lagi di kehidupan ku. apa belum cukup selama ini dia menghancurkan hidupku . apa yang dia lakukan sudah sangat diluar batas . tidak harus dia mempermainkan hati dua orang wanita . jujur pertama dia datang kembali ada rasa harap dihati ku kembali . berharap dia benar - benar berubah . aku bersiap - siap menuju kampus . hari ini adalah jadwal pertemuan ku dengan dosen untuk menandatangani skripsi ku agar administrasi ku cepat selesai . lama aku untuk menunggu dosen pembimbing ku . sepertinya dosen ku hari ini ada pertemuan terlebih dahulu . sudah jam sembilan tiga puluh dosen ku belum juga selesai . aku takut Puja menunggu ku lebih lama . aku takut tidak tepat waktu . aku selalu berusaha on time apabila berjanji. aku memutuskan untuk mengirim pesan kepada Puja " mungkin jam sepuluh ini dosen pembimbing ku belum bisa aku temui . aku mungkin agak terlambat " ku kirimkan pesan kepada Puja . tetapi lama tidak ada balasan dari Puja . *** " aku sudah menunggu mu disini . selesaikan saja terlebih dahulu urusan mu dengan dosen , aku menunggu mu " balas Puja jam sepuluh tiga puluh aku baru selesai bimbingan akhir dengan dosen ku . untuk memasukkan skripsi ku ke perpustakaan aku putuskan besok saja . besok masih bisa aku lanjutkan pikirku . aku hanya kepikiran dengan Puja yang sudah menungguku dari tadi . aku menuju cafe tempat Puja menungguku sesuai dengan kesepakatan kemarin . aku persiapkan hati ku dengan matang , aku yakinkan diri sendiri terlebih dahulu . aku susun kata - kata yang tepat agar Puja tau jika aku sedang serius dan tidak sedang bermain - main . tidak lupa aku membawa foto - foto Puja dengan wanita kemarin . aku sudah mencetak foto itu terlebih dahulu *** aku duduk didepan Puja . duduk berhadapan begini aku harus terlihat kuat dan tegar . jangan sampai Puja tau kalau aku sedang ragu . Puja memang tau selama ini aku adalah wanita yang sabar . selalu memaafkan apapun yang ia lakukan terhadapku . " maaf membuatmu menunggu lama " aku duduk dihadapannya " tidak mengapa , aku karna sudah berjanji padamu . hari ini aku tidak ada jadwal apa - apa karna memang sengaja untuk bertemu dengan mu hari ini " bualan Puja aku sodorkan foto yang sudah aku cetak terlebih dahulu kepada Puja . sambil ke seruput minuman yang sudah aku pesan terlebih dahulu. aku lihat ekspresinya terkejut . tidak menyangka aku tau semua ini . tidak menyangka kalau aku akan seberani ini . " dari mana kau dapat foto ini " tanya Puja dengan nada sedikit panik " kenapa kau sebegitu terkejut ? apakah aneh jika aku mengetahui ini semua ? mengapa kau begitu terlihat panik ? " tanya ku dengan sengaja mengintimidasi Puja agar aku terlihat tegar " tidak .... tidak ... aku tidak panik , hanya saja aku binggung dari mana kau dapat foto ini " kilah Puja aku berusaha menenangkan diri . jangan sampai aku menangis dihadapan Puja . aku tidak boleh terlihat lemah . Puja tidak boleh tau jika hari kemarin aku masih berharap padanya . *** setelah berdiam cukup lama . aku membiarkan Puja sibuk menebak - nebak tentang foto yang aku dapatkan . aku mulai melirik jam ditangan ku. menghitung sudah sekitar tiga puluh menit aku menunggu penjelasan Puja . tapi tidak ada satu kata pun keluar dari mulut nya . ternyata begini lelaki yang aku percaya dahulu . terimakasih tuhan telah menyelamatkan ku dari seorang penghianat selama ini . aku pandangi wajahnya . mencari jawaban dari mata yang dulu selalu teduh dan sekarang terlihat panik . bagaimana mungkin seorang yang dulu aku taruh hatiku menjadi orang yang ingkar . yang bisa membohongi dua wanita sekaligus . bagaimana mungkin selama ini dia menutupi . aku masih berusaha menebak - nebak dari segala kecurangan yang Puja lakukan . " ehemm .... " aku sengaja bersuara sekedar membuat nya terkejut tapi tetap saja tidak ada respon dari Puja , entah dia masih menyusun kata - kata dalam pikirannya . aku tidak bisa menunggu lagi . aku mengambil langkah untuk pergi , tetapi lengan Puja menarik lengan ku sehingga aku menghentikan langkah ku . " aku akan menjelaskan semuanya " ucap Puja lirih " dia kekasih ku saat ini " akhirnya keluar kata - kata dari Puja seperti ribuan anak panah menerjang ku . tidak menyangka dia yang datang ternyata masih tetap memperlakukan ku seenaknya . dengan mudahnya dia meminta hati ku kembali dan ternyata kepahitan lah yang kembali ia tawarkan . aku menghembuskan nafasku kasar . menahan air mata yang jatuh agar aku tidak terlihat lemah . " baiklah ... terimakasih kejujuran mu .. aku hargai ini semua " aku menjawab tenang " tetapi bukan begitu maksud ku " Puja berusaha menyangkal " tidak ada yang perlu kau jelaskan lagi ... bukan kah kita sudah berakhir dari sejak kau pergi yang membuat pernikahan kita dibatalkan ? aku sudah cukup paham selama ini . satu satu lagi , cukup kau jalani kehidupan mu dengan wanita ini . dan aku dengan tenang menjalani kehidupan ku dengan laki - laki pilihan ku saat ini " jelas ku pada Puja aku lihat Puja terdiam , dia mencerna kata - kata ku perlahan . ku lihat Puja menahan amarah dari setiap kata - kata ku . aku yakin dia tidak menyangka jika aku bisa setegas ini . aku merasa diriku sendiri juga keluar dari yang selama ini aku lakukan . aku hembuskan nafas ku kasar . *** aku kembali ke kos ku setelah bertemu dengan Puja . aku bulatkan tekad jika ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan Puja . aku coba menenangkan diri sendiri . dan merasa bangga dengan diri yang sudah bisa tegas kepada Puja . meskipun memang masih ada cinta untuk Puja , tetapi aku berusaha menghapus segalanya agar aku tidak terluka lagi . ku tutup pintu kamar , ku kunci dengan pelan , langkah gontai ku menuju ke kamar mandi . akhirnya aku menangis setelah tidak sanggup menahan semua lagi . bulir hangat dimata ku akhirnya turun tanpa meminta izin terlebih dahulu . hatiku kecewa , seakan - akan aku hanya mainan untuk Puja . kembali kepada keputusan ku dari awal . aku memilih Ridwan untuk menjalani kehidupan setelah ini . biarlah aku cukup fokus kepada hubungan ku dengan Ridwan dari pada harus memikirkan Puja kembali . aku buka smartphone pipih milik ku untuk menghubungi Ridwan , ku kirim pesan sekedar memberitahu kalau aku sudah sampai di kos setelah menyelesaikan administrasi ku di kampus hari ini . dan berselancar kembali ke toko online milikku . aku bersyukur masih ada karyawan ku yang masih bisa menghandle barang - barang toko saat aku tidak bisa fokus seperti saat ini . mungkin ini keputusan terbesarku . menghapus dia yang benar - benar sudah lama menemaniku . tapi aku yakin ini keputusan terbaik dari diri ku . Puja masih berusaha mengirimi ku pesan - pesan yang meminta waktu ku untuk menjelaskan segalanya . tapi memang hatiku sudah ku tutup rapat . aku tidak membuka untuk secelah pun untuk Puja masuk dan menyakitiku kembali . ku rebahkan badanku pada kasur springbed sederhana ku . melepas beban dan pikiran ku untuk beberapa hari ini .ku lihat tidak ada tanda - tanda Ridwan membalas pesanku. pikirku dia sudah terlelap duluan karna seharian bekerja . sudahlah pikirku , mungkin besok Ridwan akan menghubungi ku kembali . ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD