***
" selamat pagi sayang .. semoga hari ini lebih baik dan dilancarkan urusanmu " pesan pagi dari Ridwan
ahh rasanya aku senang sekali mendapat pesan cinta sepagi ini . semoga selalu menjadi awal yang baik untukku dan Ridwan . hari ini aku tidak ada jadwal apapun tentang skripsi ku . yang mana kemarin sudah selesai semua urusan ku dengan kampus . hanya menunggu untuk wisuda akhir saja . rasanya lega sekali setelah selesai .
hari ini aku berencana mengunjungi toko ku . sudah lama rasanya tidak berkunjung ke toko sekedar melihat - lihat bagaimana stok toko ku saat ini . kasian juga para karyawan menghandle segalanya tanpa bantuan dari ku .
tidak lupa aku membawa makanan dan minuman kecil untuk karyawan . anggap saja ini tanda terimakasih ku untuk para karyawan ku .
aku bergegas menuju toko ku di ruko dua lantai dipusat kota . rasanya bersyukur bisa sampai dititik ini walaupun hanya mahasiswi biasa . dimulai dari modal kecil dan akhirnya menjadi sebesar ini . aku patut bangga pada diri ku sendiri . diseberang toko aku melihat sebuah mobil yang aku kenali . benar itu mobil Puja . tapi kenapa di klinik kandungan pikir ku . dan kemudian turun lah Puja bersama seorang wanita yang aku pastikan itu adalah wanita yang ada di video waktu itu . perih rasanya hati sendiri . ternyata sudah sejauh ini penghianatan Puja terhadap ku . keputusan ku hari kemarin adalah keputusan paling tepat yang aku ambil .
***
aku masuk kedalam toko ku dan disambut hangat oleh karyawan ku . tidak lupa aku berikan makanan yang aku beli tadi untuk mereka . rasanya bahagia bisa makan bersama seperti ini . aku lihat deadline toko ku semakin padat . tapi kenapa mereka tidak meminta pertolongan ku kalau memang sebanyak ini .
aku cek satu persatu barang masuk dan barang keluar . uang masuk dan uang keluar . rasanya tidak ada masalah yang berarti . " aku bangga pada kalian semua " ucapku
aku menaiki lantai dua di ruko gudang milikku . disini biasanya aku duduk sambil melihat lalu lalang orang yang lewat dibawah sana . dari sini juga aku bisa melihat mobil Puja masih terparkir didepan klinik bidan di seberang ruko ku . pikiran ku jauh melalang membayangkan apa yang Puja dan wanita itu lakukan didalam sana . ada rasa sakit tersendiri . dan rasa lega sudah bisa lepas dari Puja sebelum aku melihat ini dan untung nya aku tidak memberikan kesempatan kepada Puja untuk masuk kembali ke kehidupan ku .
tiba - tiba aku lihat Puja dan wanita itu keluar dari klinik bidan tersebut . " ini yang selama ini Puja sembunyikan dari aku . padahal bisa dibilang aku dan Puja berasal dari daerah yang sama . jarak dari rumah ku dan rumah Puja juga tidak terlalu jauh . bisa - bisanya dia berbuat begini dibelakang ku " akhirnya jatuh bulir hangat dari mata ku . aku berjanji dengan diri sendiri . ini adalah hari terakhir aku menangisi penghianatan Puja terhadap ku .
***
dering handphone ku menyadarkan aku dari lamunan tentang Puja . ku lihat nomor ibu ku menghubungi ku . aku angkat dan menjawab salam dari ibu . aku pikir kabar baik yang akan aku dengar . tetapi aku salah , malah suara panik dari ibu yang sedang menangis meminta ku pulang " cia ... ada kabar buruk nak , pulang lah nak " kata yang terucap dari ibu . seperti disambar petir , segera ku raih kunci mobil ku , memacu kendaraan ku menembus jalan . jarak dari tempat aku menuntut ilmu dengan kampung ku sekitar 6 jam perjalanan . diperjalanan hatiku tidak tenang . aku lihat ibu beberapa kali menelpon ku . tapi tidak aku jawab sama sekali karena pikiran ku yang kalut . aku lihat Puja dan Ridwan juga menghubungi ku , aku abaikan dari segala yang mengganggu konsentrasi ku saat mengemudi . pikiran ku hanya ingin cepat sampai dirumah .
***
sesampai nya aku dirumah aku tidak bertemu dengan siapapun . ayah atau ibu tidak ada dirumah . segera aku tanyakan kepada tetangga terdekat . mereka bilang ayah sudah dibawa kerumah sakit desa sebelah . segera aku menuju rumah sakit untuk melihat kondisi ayah . sesampai nya dirumah sakit langsung aku bertanya kepada loket informasi untuk menanyakan dimana ayah dirawat . setelah aku mendapatkan informasi segera aku menuju ruang ayah . aku lihat ibu menangis , langsung aku berhambur memeluk ibu dan kakak perempuan ku . sedangkan kakak laki - laki ku merantau keluar pulau dan menikah disana .
***
" ayah mu terkena serangan jantung nak " singkat ibu memberitahu ku keadaan ayah
" kenapa bisa bu ? apakah ayah ada gejala sebelumnya seperti ini ? " tanya ku dengan hati - hati takut membuat ibu bersedih
" dari dua hari yang lalu entah mengapa ayah terlihat berdiam diri nak , tidak seperti biasanya . ibu coba tanya ke karyawan kebun ternyata kebun sedang tidak bermasalah , setelah ayah tiba - tiba jatuh begini . baru mang jaja memberi tahu jika ayah memikirkan perkataan seorang temannya yang mengatakan jika ayah adalah ayah yang gagal sehingga kamu bisa gagal untuk menikah " ibu menjelaskan sambil menangis
bagaikan disambar petir rasanya . ayah ku sekarang mengalami sakit karna aku . karna aku gagal menikah dengan Puja . andai semua orang tau bahwa kegagalan yang aku alami yang membuat aku gagal menikah dengan Puja juga aku sesali , tidak pernah aku menginginkan begini jadinya . aku segera berdiri . ku tatap lekat wajah laki - laki cinta pertama ku ini . bagaimana mungkin seseorang tega menyakiti hati ayahku yang juga tidak pernah menginginkan putrinya gagal menikah . aku ciumi tangan yang terpasang selang infus ini . aku lihat nafasnya mulai teratur , aku ucapkan kata maaf yang membuat ayah seperti ini .
***
aku buka smartphone milikku . aku lupa mengabari Ridwan . sudah empat puluh panggilan tak terjawab dari Ridwan , Puja juga mengirimi ku pesan yang sama . " sepertinya dia tau ayah ku mengalami sakit " gumam ku . bagaimana pun ini termasuk karna Puja . seharusnya ayahku tidak mengalami hal seperti ini rutukku .
***
" sayang ... maaf kan aku tidak menjawab telepon dari mu sejak tadi ... ayahku sakit , dan aku tidak sempat memberimu kabar , karna aku langsung menuju kampung ku " ku kirimi pesan kepada Ridwan
" apa yang terjadi sayang ? bagaimana kondisi ayah sekarang ? apa yang bisa aku bantu ? " balas Ridwan panik
" ayah sekarang sudah ditangani oleh dokter . semoga aja besok ayah mulai membaik , aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada ayah " ku balas pesan dari Ridwan
***
pagi hari aku lihat ayah belum juga sadar , semakin sakit rasanya melihat ayah yang masih dalam keadaan koma . aku genggam tangan ayah . aku ciumi untuk meminta maaf kembali pada ayah . aku bisikkan kepada ayah jika aku disini menunggu ayah sampai ayah sadar .
aku pamit kepada ayah dan ibu untuk kembali kerumah sebentar untuk membersihkan diri dan mengambil barang keperluan untuk ibu . aku lajukan mobil ku menuju rumah . hanya dua puluh menit aku sudah sampai dirumah . aku memasuki ruang tamu . disini kemarin keluarga Puja datang untuk melamarku . masih terasa sakit penghianatan Puja . segera aku menuju kamar ku untuk mandi . aku ambil pakaian ibu dan keperluan untuk ayah .
***
" bagaimana kondisi ayah mu nak ? " sapa bu Tuti tetangga sebelah kanan rumah ku
" belum sadar bu , doakan ayah semoga cepat pulih ya bu " pinta ku pada bu Tuti
" ibu dengar ayah mu sakit karna kamu gagal menikah ya nak ? bisa sampai begitu terjadi " cerocos dari bu Tejo yang baru datang
" aku tidak tau pasti bu , karna aku tidak berada disini waktu ayah jatuh sakit . aku permisi dulu bu , harus segera kembali kerumah sakit . ibu menunggu untuk mengganti pakaian kotor dan sarapannya " aku sengaja cepat mengakhiri percakapan dengan bu Tuti dan bu Tejo
***
jatuh kembali air mata ku mengingat perkataan bu Tejo . apakah benar ayah mengalami sakit begini karena pernikahan aku dengan Puja yang gagal . sedangkan aku juga tidak mau pernikahan ku dengan Puja gagal . andai semua orang tau kalau aku juga sulit untuk bangkit dari keterpurukan setelah gagal pernikahan itu dan andai semua orang tau ketika aku melihat Puja keluar dari klinik bidan bersama dengan wanita lain .
aku tidak pernah ingin kejadian begini menimpa ku . bagaimana mungkin dari aku yang sudah bertahun - tahun menjalani hubungan dengan Puja dan tinggal hitungan minggu akan melaksanakan pernikahan ternyata kandas ditengah jalan sebelum semua terjadi . aku juga frustasi dari keadaan ini . selama ini aku jarang untuk mengunjungi ayah dan ibu hanya tidak ingin ayah dan ibu mempertanyakan keadaan ku dan menjadi beban pikiran untuk ayah dan ibu aku yang susah bangkit dari keadaan keterpurukan .
***
" nak , segera kerumah sakit , ayah memanggil - manggil namamu " ibu menelepon ku
" iya bu , aku segera kesana " jawab ku dan menutup telepon
segera aku menuju kerumah sakit . pikiran ku campur aduk . banyak pertanyaan diotak ku saat ini . siapa yang tega menyakiti hati ayah dengan pertanyaan tentang pernikahan ku . apa yang harus aku jelaskan ke ayah nanti nya setelah hampir setahun kegagalan yang aku alami ini .
***
sampai dirumah sakit aku segera berlari menuju ruang perawatan ayah . aku lihat laki - laki cinta pertama ku masih terbaring lemah . aku segera memeluk nya . aku ciumi tangannya tanda hormat dan rindu ku . sengaja aku tidak menanyakan apapun pada ayah sekarang . aku hanya ingin fokus kepada kesehatan ayah agar segera pulih . aku lihat senyum itu sendu , masih tetap teduh seperti dahulu dan sedikit pucat . aku berusaha menahan air mata ku agar tidak menangis didepan ayah . aku takut ayah makin terluka nantinya .
" ayah ... adek pamit sebentar untuk menemui dokter ayah ya . adek ingin tau bagaimana kondisi ayah " izin ku kepada ayah
ayah tersenyum teduh padaku sambil mengangguk mengizinkan ku . aku ciumi tangannya . " adek tidak bakal lama yah .. ayah tunggu adek ya "
tidak bisa air mata ku untuk ku tahan agar tidak menangis dihadapan ayah . begitu rasa sakit ayah karna ku . seandainya bisa ku menggantikan posisi ayah . biar aku saja yang merasakan sakit itu . tubuh tua renta ayah sudah tidak sanggup merasakan sakit yang diderita . seketika muncul rasa benci ku kepada Puja . kalau tidak karena dia , ayahku tidak akan mengalami sakit begini .
***
aku ketuk pintu berwarna putih ini . menemui dokter yang menangani ayah . aku ingin tau bagaimana penjelasan dokter mengenai kondisi ayah sebenarnya agar aku dapat tau langkah apa yang harus aku ambil untuk ayah selanjutnya .
setelah aku bertemu dokter yang menangani ayah , aku sedikit lega dengan penjelasan dokter , kondisi ayah masih bisa diobati , aku bersyukur kemarin penanganan untuk ayah tidak terlambat . yang harus aku lakukan sekarang hanya menjaga agar kondisi jantung ayah tetap stabil .
setiap selesai aku mengurus ayah . aku selalu mengabari Ridwan dan menjelaskan kondisi ayah . bersyukur Ridwan bisa mengerti dan paham bagaimana kondisi ku ketika dikampung yang memang membuat aku jarang menghubungi nya .